Agama Buddha Bisa Dipakai Untuk Perang

Agama Buddha Bisa Dipakai Untuk Perang​

Agama Buddha menekankan pada konsep ahimsa (tanpa kekerasan) menolak kekerasan dan menolak kebijakan perang. Suatu hari, ketika Buddha berada di Rajagriha, seorang menteri menemui-Nya untuk meminta pendapat tentang rencana menaklukkan negara tetangga. 


Buddha tak memberikan jawaban langsung, tetapi berbicara tentang tujuh kondisi yang kondusif bagi pertumbuhan kesejahteraan suatu bangsa. 

Buddha berkata bahwa orang-orang harus berhimpun menjalankan permusyawaratan dalam keharmonisan, bersama-sama mencapai mufakat menyelesaikan urusan-urusan nasional mereka, mematuhi hukum-hukum yang berlaku dan tidak mengubahnya tanpa alasan yang layak. 

 

Di samping itu, orang harus menghormati para sesepuh termasuk orangtua dan guru, melindungi golongan yang lemah khususnya perempuan, menjalani kehidupan susila dan menghormati agama, serta menuruti nasihat orang bijaksana dan berbudi luhur. 


Selama orang menuruti amanat Buddha, bangsanya akan menjadi makmur.

Terpuaskan dengan jawaban itu, sang menteri pergi, seraya berjanji untuk menyampaikan jawaban Buddha kepada rajanya. 

 

Sumber. Peter Della Santina, Ph.D. Buddhist Studies for Secondary 3 and 4.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE

 

VESAK FESTIVAL 2024 & SANGHADANA

 

SURABAYA
22 - 26 Mei 2024
Main Atrium, Tunjungan Plaza 3

 

JAKARTA
29 Mei - 2 Juni 2024
Center Atrium, Mal Taman Anggrek

 

BCA 088 880 7988
a.n. Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988