Asal Mula Waisakan Di Candi Borobudur Sebelum Kemerdekaan Indonesia

Asal Mula Waisakan Di Candi Borobudur Sebelum Kemerdekaan Indonesia

Asal mula perayaan Waisak di Candi Borobudur di zaman modern sebelum kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari penganut Teosofi yang mengagumi Agama Buddha.

 

Rangkaian perayaan Waisak di Candi Borobudur pada awalnya juga tidak lepas dari rangkaian perayaan di Candi Mendut.

 

Pujabhakti yang dilakukan di Candi Borobudur tersebut menggunakan acuan kitab berbahasa Pali. Dan ceramah diberikan dalam dua bahasa, yaitu bahasa Belanda dan Jawa.

 

Tidak ada atau belum adanya tradisi “Detik-detik Waisak” seperti yang dilakukan pada masa sekarang dengan adanya penentuan jam, menit dan detik.

 

Meskipun demikian cikal bakal tradisi ini muncul pada Vesak tahun 1932 di Candi Borobudur.

 

TAHUN 1939

 

menjadi perayaan Hari Vesak di Candi Borobudur yang terakhir sebelum masa Kemerdekaan hingga tahun 1953.

 

Perayaan Vesak di kompleks Candi Borobudur dihentikan pada tahun 1940 karena invasi Jerman ke Belanda dan dilanjutkan dengan perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945 hingga 1949.

 

Berdasarkan jejak sejarah yang terlacak di atas, tampaknya ada dua tradisi yang tampaknya ada dan dilaksanakan pada masa sekarang yaitu, pelantunan pelafalan kitab suci dan pradakshina.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE