Bhikkuni Thitacarini : Tak Benar Perempuan Adalah Karma Buruk

Bhikkuni Thitacarini : Tak Benar Perempuan Adalah Karma Buruk

“Jadi, akan sangat keliru jika ada yang mengatakan kelahiran sebagai seorang perempuan itu adalah karma buruk.”

 

Bhikkhuni Thitacarini adalah bhikkhuni yang bergelar doktor pertama di Indonesia yang mendalami bidang agama Buddha.

 

Butuh waktu bertahun-tahun hingga keluarganya menerima apa yang menjadi pilihannya, yakni menjadi bhikkhuni.

 

Sejumlah orang menganggap dalam tradisi Theravāda, bhikkuni seharusnya sudah tidak ada karena garis penahbisan yang dipercaya telah putus sejak abad ke-11.

 

Namun, organisasi tempatnya bernaung Sangha Agung Indonesia mengakui penahbisan bhikkuni.

 

Di tahun 2000, keberadaan bhikkhuni di Indonesia baru muncul kembali setelah seorang perempuan asal Indonesia, Santini, ditahbiskan sebagai bhikkhuni di Taiwan.

 

BHIKKHUNI HARUSNYA TAK ADA?

 

“Jadi tidak benar jika dikatakan kelahiran sebagai perempuan adalah karma buruk. Itu menjadi sebuah statement karena ada yang menganggap saat ini bhikkhuni sudah tidak ada.”

 

“Untuk bisa menjadi monastik, anggota Sangha, maka [dianggap] harus perbanyak kebajikan agar terlahir menjadi pria dan bisa menjadi Bhikkhu.

 

“Itu adalah pendapat segelintir kelompok yang menolak keberadaan bhikkhuni,” ujarnya.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE