Biang Kerok Krisis Dan Amok

Jumat, 29 Agustus 2025

Biang Kerok Krisis Dan Amok

Krisis ditandai kemerosotan atau kemunduran. Menurut Buddha ada empat penyebabnya, yaitu gagal menemukan kembali apa yang hilang, lalai memperbaiki apa yang rusak, konsumerisme, dan mengangkat pemimpin yang tidak bermoral (A. II, 249).

 

Perekonomian diurus secara ceroboh dan penguasa negara tidak memiliki integritas dan kebijaksanaan. Dalam konteks asional kita dapat mengidentifikasi apa saja yang menjadi biang kerok kemerosotan atau kemunduran.

 

Affan, seorang driver online, wafat pada 28 Agustus setelah dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi. DPR tidak menunjukkan empati, pemerintah sibuk dengan kebijakan yang jauh dari denyut rakyat, dan aparat justru melanggengkan kekerasan atas nama ketertiban.

 

Kita sesungguhnya sedang menyaksikan hilangnya hal-hal mendasar dalam masyarakat: integritas, tanggung jawab, keadilan.

 

Kekuasaan berubah jadi alat menekan, bukan melayani.Nurani pemimpin terkikis oleh kepentingan, janji-janji politik tinggal retorika kosong.Kematian Affan bukan sekadar tragedi individu, melainkan cermin rusaknya hubungan rakyat dan penguasa. Selama pejabat tak mampu mengendalikan diri, dan aparat terus menindas, sulit membedakan mereka dari penjahat.

 

Pertanyaannya: sampai berapa banyak lagi nyawa harus dikorbankan, sebelum bangsa ini kembali menemukan nurani?

 

Sesungguhnya, yang hilang bukan hanya satu jiwa. Kita kehilangan sesuatu yang lebih dalam: integritas, kejujuran, tanggung jawab, kearifan, dan kedamaian.

 

Semua itu perlahan terkikis dalam keluarga, dalam masyarakat, hingga dalam negara. Tragedi di jalanan itu hanyalah puncak dari gunung es yang bernama kehilangan nurani.

Biang Kerok Krisis Dan Amok
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *