3 Fakta Unik Ajaran Buddha

Minggu, 12 Juli 2026

Di Rumah Sang Buddha, Ada Yang Sibuk Rebutan Kursi.

Awalnya

Kita masuk ingin melayani.
Lalu pelan-pelan, yang tinggal hanya siapa dapat jabatan apa.

 

Masalahnya

Rapat jadi medan perang.
Acara jadi alat pamer.
Vihara jadi panggung, umat jadi penonton.

 

Kata Buddha

Buddha memperingatkan keras: perolehan, hormat, kemasyhuran “menakutkan, pahit, penghalang” menuju kebebasan. (SN 17)

 

Cermin Devadatta

Devadatta pun dahulu ingin memimpin Saṅgha.
Ambisi dalam jubah bukan hal baru, ia setua Dhamma itu sendiri.

 

Akar Halusnya

Akarnya satu kata: “aku”.
Aku yang berjasa.
Aku yang layak.
Aku yang harus dihormati.

 

Yang Sejati

Ukuran pelayan sejati bukan kursi yang diduduki tapi beban yang dipikul tanpa minta dilihat.

 

Refleksi

Dan jangan-jangan kita juga?
Pernah tersinggung saat tak disebut?
Pernah ingin diakui?

 

Penutup

Kursi akan berganti. Pelayanan akan dikenang. Duduklah untuk memikul, bukan untuk dipuja.

Di Rumah Sang Buddha, Ada Yang Sibuk Rebutan Kursi.
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *