3 Fakta Unik Ajaran Buddha

Rabu, 29 Juli 2026

Pendidikan Sejati Dimulai Saat Kamu Berani Bertanya

Berita Terbaru

Apalagi beberapa hari lalu, Situs Buddhis Kuno Sarnath resmi diinskripsi sebagai situs warisan dunia UNESCO. Situs ke-45 India (Sudah masuk daftar sementara sejak 1998.) dan dengan ini, tiga dari empat situs ziarah utama Buddhis kini berstatus Warisan Dunia.

 

Seorang
Murid Bertanya

“Apakah Stupa Sarnath ada kaitannya dengan Candi Borobudur?” jawabannya “Ada kaitannya”.
Dan kaitannya jauh lebih dalam dari yang kita kira

 

Apa Yang
Terjadi Disana?

Di Taman Rusa Isipatana, Sarnath, Buddha memutar Roda Dharma untuk pertama kalinya.
Di hadapan lima petapa:
Kondañña, Vappa, Bhaddiya, Mahānāma, & Assaji.
Ajaran-Nya, Dhammacakkappavattana Sutta (Pali) / Dharmacakrapravartana Sutra (Sanskerta).
Dan hari ini, Hari Asadha

 

Kaitan Pertama

Sekarang, Borobudur.
Di galeri pertama terdapat 120 panel relief yang mengikuti teks Lalitavistara, riwayat hidup Buddha.
Kisahnya dimulai dari turunnya Bodhisattva dari Surga Tușita, lalu…

 

Panel
Terakhirnya

Lalu kisah itu berakhir.
Dan tahukah kamu di mana?
Panel  sampai 120, episode terakhir:
“Pembabaran Khotbah Pertama.” Di Taman Rusa, Sarnath
Artinya, seluruh kisah hidup Buddha yang dipahat di Borobudur ditutup dengan peristiwa yang kita peringati hari ini.

 

Tapi Ada
Kaitan Kedua

Dan ada kaitan kedua yang lebih menakjubkan lagi. Di puncak Borobudur, pada tiga teras melingkar, ada 72 stupa berlubang. Masing-masing berisi sebuah arca Buddha yang hanya terlihat sama.

Dan tangan ke-72 Buddha itu semuanya membentuk mudra yang sama: Dharmacakra mudra memutar roda Dharma. –
Yaitu mudra khotbah pertama di Taman Rusa,
Sarnath

 

Jadi, Renungkan Ini:

Kisah di Borobudur berakhir di Sarnath.
Dan puncaknya adalah Sarnath, diulang 72 kali.
Sebuah monumen dari abad ke-9 di Jawa dibangun mengelilingi satu peristiwa yang terjadi 26 abad lalu di India

 

Satu Roda
Dua Tempat

Dua Situs Warisan Dunia.
Borobudur sejak 1991, Sarnath sejak beberapa hari lalu dan satu peristiwa yang menghubungkan keduanya. Roda yang mulai berputar di sebuah taman rusa sampai ke Jawa, dan dipahat di batu.

 

Penutup

Dan hari ini Hari Asadha, Hari Uposatha.
Roda itu tidak berhenti di Sarnath, tidak juga berhenti di Borobudur. Ia sampai kepada kita.
Maka pertanyaannya hari ini:
“kebajikan apa yang kita perbuat untuk alam semesta guna memasuki bulan Asadha?”
Selamat Hari Asadha!
Sadhu.

 

Hadiah Besar Dari Unesco Di Bulan Asadha
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *