Dalam sebuah khotbah untuk para perumah tangga, Buddha menyebut hubungan orang tua & anak sebagai “arah timur.” Arah, tempat matahari, terbit. (Sigālovāda Sutta, DN 31)
Dan Buddha menyebutkan lima cara orang tua menunjukkan kasihnya, kepada anak:
• Menjauhkan mereka dari perbuatan buruk.
• Mendorong mereka berbuat baik.
• Memberi pendidikan & keterampilan.
• Mendampingi mereka, kelak setelah dewasa membangun keluarganya sendiri.
• Menyerahkan warisan pada waktu yang tepat.
Perhatikan.
• “Lindungi” = menjauhkan anak dari perbuatan buruk, & dari bahaya.
• “Sayang anak” = mendorong mereka tumbuh dalam kebaikan.
• “Bangun masa depan” = memberi mereka pendidikan.
Tema 2026, & khotbah 2500 tahun lalu berkata, hal yang sama.
Dan Buddha, menutup, bagian itu, dengan kalimat, yang indah: bila arah timur itu, terjaga maka ia menjadi, dan, damai, bebas dari rasa takut. Bukankah, itu, yang kita inginkan, untuk setiap anak.
Dan ada satu kisah, yang jarang diceritakan. Buddha, juga seorang ayah.
Putranya, Rāhula.
Dan saat Rāhula berusia tujuh tahun, Beliau memberinya pelajaran. Bukan metafisika. Bukan filsafat tinggi.
Beliau menunjukkan sebuah gayung air, dengan sedikit air tersisa di dalamnya. “Rāhula, sesedikit inilah, kualitas kebaikan, pada orang yang tidak malu, berbohong.” Lalu Beliau berpesan, jangan berbohong bahkan dalam gurauan.
Dan perhatikan, bagaimana Beliau mengajar. Beliau mengambil sebuah cermin, lalu bertanya: “
Menurutmu Rāhula, untuk apa sebuah cermin?”
Beliau tidak menceramahi, Beliau bertanya dengan benda nyata yang bisa dipahami anak berusia tujuh tahun.
Dan mungkin, di situlah pelajaran untuk kita semua. Tema tahun ini berkata, setiap anak berhak didengar.
Dan Buddha, kepada anaknya sendiri, bertanya lalu mendengarkan jawabannya.
Mengasihi anak ternyata dimulai dari sana.
Karena pada akhirnya, warisan terbaik, bukanlah yang kita tinggalkan, untuk anak-anak kita. Melainkan, apa yang kita tanamkan di dalam diri mereka. Kejujuran, Kebaikan, Rasa aman dan Keberanian untuk bermimpi.
“Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depaп.” Mari, bersama-sama, menjaga arah timur itu agar setiap anak Indonesia tumbuh dalam damai dan bebas dari rasa takut.
Sādhu.
Leave a Reply