Tiga putranya kini semuanya telah dewasa adalah penyandang disabilitas, yang membutuhkan perawatan penuh dan selama bertahun-tahun, satu orang saja yang merawat mereka yaitu ibu mereka.
Makan, Obat, Seluruh kebutuhan setiap hari
Lalu pada 12 Juni 2026, ibu itu wafat.
Dan yang hilang, bukan hanya seorang ibu.
Melainkan seluruh sistem yang selama ini membuat
mereka bisa menjalani kehidupan sehari-hari.
Anggota parlemen setempat, Howard Lee, menyebutnya kasus kesejahteraan sosial paling rumit yang pernah ia tangani. Karena tantangannya bukan sekadar mencari tempat tinggal. Melainkan menemukan sistem yang mampu merawat ketiganya sekaligus tanpa harus memisahkan mereka
Dan tahukah kamu?
Pertanyaan seperti ini, sudah pernah dihadapi 2500 tahun lalu. Dalam Vinaya, diceritakan seorang bhikkhu jatuh sakit berat. Ia terbaring tak berdaya dan tak seorang pun merawatnya.
Buddha datang, bersama Ānanda dan yang Beliau lakukan pertama-tama bukanlah berkhotbah.
Beliau meminta air lalu Beliau, seorang Buddha, memandikan bhikkhu itu dengan tangannya sendiri lalu bersama Ānanda,
Baru setelah itu, Beliau mengumpulkan komunitasnya dan bertanya: “Para Bhikkhu, kalian tak punya ibu, kalian tak punya ayah yang merawat kalian. Jika kalian tidak saling merawat siapa yang akan merawat kalian?” (Vinaya, Mahāvagga 8.26)
Lalu Beliau menutupnya dengan kalimat yang seharusnya kita ingat selamanya: “Siapa pun yang ingin merawat-Ku, rawatlah yang sakit.”
Merawat seseorang yang tak berdaya adalah merawat Buddha itu sendiri.
Dan perhatikan logika Beliau.
Para bhikkhu telah meninggalkan keluarga mereka. Maka kata Buddha komunitas harus menjadi keluarga.
Bukan sebagai belas kasihan.
Melainkan sebagai kewajiban.
Jadi apa yang bisa kita lakukan?
● Kenali. Di lingkungan dan vihara kita ada caregiver yang memikul beban sendirian, Cari tahu siapa mereka.
● Hadir. Tak perlu hal besar, Antar makanan, temani sebentar, atau sekadar tanya kabar si perawat.
● Bangun sistem. Siapkan jejaring relawan,
pendataan, dan rencana jangka panjang. Bukan sekadar bantuan sesaat.
● Siapkan lebih awal. Bagi keluarga, rencanakan
Leave a Reply