Kasihilah Orang Sakit

Kasihilah Orang Sakit

Kemajuan teknologi menawarkan berbagai pelayanan canggih yang mahal.

 

Maka mudah dimengerti biaya kesehatan selalu cenderung meningkat.

 

Motif non-profit (tidak mengejar untung) dalam pelayanan kesehatan mudah menjadi luntur. Bisnis kesehatan membuat orang sakit yang dirawat di rumah sakit tidak menjadi sehat terkecuali jika mau atau mampu membayar mahal.

 

Pelayanan kesehatan rupanya menjadi semakin maju bukan karena cinta-kasih, tetapi karena menghasilkan kekayaan.

 

Orang yang mencari untung dan mengabaikan cinta kasih tidak pantas bekerja di bidang pelayanan kesehatan.

 

KETIKA

 

seorang biksu terserang diare yang berat, dan terbaring berlumuran kotorannya sendiri, ia dijauhi oleh teman-temannya.

 

Kebetulan Buddha yang sedang berkeliling melihatnya. Buddha menyuruh Ananda untuk menyediakan air, lalu ia sendiri memandikan orang sakit itu.

 

Buddha bertanya, mengapa tidak ada orang yang merawatnya? Jawab orang-orang, biksu yang sakit itu tidak berguna bagi mereka. Tentu saja Buddha mencela sikap tersebut.

 

Buddha bertanya, kalau mereka tidak saling merawat, siapa lagi yang akan merawat orang sakit? Sabdanya kemudian, “Barang siapa yang merawat orang sakit berarti merawat Bhagava.”

– Maha Vagga VIII

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE