Kecanduan Rokok Bertentangan dengan Sila kelima agama Buddha?

Kecanduan Rokok Bertentangan dengan Sila kelima agama Buddha?

Kandungan Nikotin mempunyai efek yang memicu kecanduan karena dapat berikatan dengan reseptor asetilkolin nikotik yang terdapat pada saraf di otak. Dopamin mempengaruhi perasaan dan perilaku. Inilah yang menyebabkan keinginan untuk mengonsumsi nikotin dan menimbukan ketergantungan fisik terhadap rokok. 

 

Sila kelima yang dijalankan oleh sebagian besar umat Buddha adalah menghindari minuman alkohol atau obat-obatan yang menyebabkan kecanduan. Keseluruhan inti dari ajaran Buddha adalah mencerahkan pikiran. Sementara kecanduan terhadap segala hal akan menghambat praktik Dharma. 

 

Agama Buddha tidak mengajarkan tentang sila saja. Dalam arti lain, ada ajaran-ajaran lain dalam agama Buddha yang bersifat lebih halus lagi. Untuk mendapatkan manfaat yang lebih tinggi bagi diri sendiri, seseorang disarankan sepatutnya melaksanakan Dharma/Ajaran Buddha yang lebih halus itu. 

 

Rokok meskipun berkadar kecil, tetap mengandung zat penenang, yang mana kalau tidak amat diperlukan, semestinya seseorang memilih untuk tidak menggunakannya. Rokok bersifat mencandui, membuat ketergantungan. Namun, dalam hal ini, agama Buddha atau Buddha tidak memaksakan ajaran-Nya untuk dilaksanakan oleh pemeluknya. Beliau sekadar mengajarkan apa yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, serta yang bermanfaat dan yang merugikan bagi orang.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE

 

VESAK FESTIVAL 2024 & SANGHADANA

 

SURABAYA
22 - 26 Mei 2024
Main Atrium, Tunjungan Plaza 3

 

JAKARTA
29 Mei - 2 Juni 2024
Center Atrium, Mal Taman Anggrek

 

BCA 088 880 7988
a.n. Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988