Dalam tradisi Mahāyāna, nama bayi yang gugur sebelum maupun pada saat kelahiran juga dapat didaftarkan untuk pelimpahan jasa.
Termasuk di acara kami, 16 Agustus nanti.
Karena ada
● kehilangan yang tidak punya pemakaman.
● Tidak ada nama yang tercatat.
● Tidak ada foto yang dipajang.
● Dan tidak ada yang bertanya, “apa kabarmu?”
Orang lain melanjutkan hidup keesokan harinya.
Dan seseorang menyimpannya sendirian, kadang selama bertahun-tahun.
Mungkin kamu salah satunya.
Dan sutra yang dibacakan di acara ini adalah sutra
Bodhisattva Ksitigarbha.
● Di Tiongkok, 地藏 (Dizang).
● Di Jepang, 地蔵 (Jizo).
Di seluruh Asia Timur, Beliau dikenal sebagai Bodhisattva yang dekat dengan mereka yang rapuh dan sebagai pelindung anak-anak.
Dan izinkan kami sangat jelas tentang satu hal, Ini bukan untuk menenangkan “arwah yang belum tenang.” bukan juga untuk menghindari kesialan dan bukan sebuah penebusan.
Karena tidak ada yang perlu ditebus.
Untuk sesuatu yang jauh lebih sederhana dan jauh lebih besar. Karena cinta yang tak sempat tersalurkan itu nyata dan ia berhak punya tempat.
Maka, di acara ini, kamu boleh menuliskan namanya. Nama yang mungkin tak pernah sempat kamu berikan atau nama yang diam-diam sudah kamu simpan selama ini.
kamu tidak perlu menceritakannya kepada siapa pun. Tidak kepada kami, Tidak kepada orang di sebelahmu. Kamu boleh datang, duduk, dan diam saja. Itu sudah cukup
Satu hal lagi. Dalam Sutra Ksitigarbha, disebutkan bahwa dari kebajikan yang kita limpahkan sebagian besar justru kembali kepada mereka yang melakukannya.
Artinya, dengan sangat lembut, ini juga untukmu.
Untuk hati yang selama ini menanggungnya sendirian.
Leave a Reply