Ketuhanan Dalam Agama Buddha

Ketuhanan Dalam Agama Buddha
Part 1

Terdapat banya Buddha tetapi hanya ada satu Dharmakaya. Dharmakaya yang merupakan sumber perwujudan Panca- Dhyanibuddha dinamakan Adi-Buddha. 

 

“Buddha tanpa awal dan akhir adalah Adi-Buddha” (Namasangiti). Sebutan Adi-Buddha berasal dari tradisi Aisvarika (Isvara, Tuhan, Maha-Buddha), aliran Mahayana di Nepal, yang menyebar lewat Benggala, hingga dikenal pula di Jawa. 

 

KONSEP ADI-BUDDHA 

terdapat dalam Kitab Namasangiti, Karanda-vyuha, Svayambhu-Purana, Maha- Vairocanabhisambodhi-sutra, Guhya-samaya-sutra, Tattvasangraha- sutra, dan Paramadi-Buddhodharta-Sri-Kalacakra-sutra. Di Indonesia dikenal kitab Namasangiti versi Chandrakirti dari Sriwijaya dan Sanghyang Kamahayanikan dari zaman pemerintahan Mpu Sindok. 

 

Walau umat Buddha menyebut Tuhan Yang Maha Esa dengan nama yang berbeda-beda, Undang-Undang RI No. 43 Tahun 1999 (Perubahan atas UU No. 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian), sebagaimana Peraturan Pemerintah RI No. 21 Tahun 1975 (tentang Sumpah/Janji Pegawai Negeri Sipil), menyatakan dalam pengucapan sumpah/janji bagi mereka yang beragama Buddha, kata-kata “Demi Allah” diganti dengan “Demi Sang Hyang Adi-Buddha.” 

 

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE