Vertapañño, Mahat
SMA Negeri 1 Ponggok, Kabupaten Blitar, meresmikan Vihara Kusaladhamma sebagai ruang ibadah yang inklusif bagi seluruh peserta didik.
Dan vihara ini, melengkapi yang sudah ada.
Sebelumnya, sekolah ini telah memiliki Musholla (bagi siswa Muslim), Pura (bagi siswa Hindu). Kini, dengan Vihara, setiap siswa, punya rumah ibadahnya sendiri.
Peresmian ini, dihadiri oleh:
∙Ketut Panji Budiawan – Pembimas Buddha Kanwil
Kemenag Provinsi Jawa Timur.
∙Y.M. Bhikkhu Sri Subhapanno Mahathera – Ketua
Umum (Sanghanayaka) Sangha Theravada Indonesia.
Dan dalam sambutannya, Pak Ketut Panji Budiawan, menyampaikan sebuah pesan, yang begitu menyentuh: “Walaupun vihara ini relatif kecil, mari kita melapangkan hati dalam melakukan puja.”
Dari sebuah bangunan. Karena yang menentukan, bukanlah, besarnya tembok. Melainkan, lapangnya hati. Vihara, boleh kecil. Tapi hati, dalam puja bisa seluas, samudra.
Dan “melapangkan hati”, punya makna ganda yang indah. Melapangkan hati, kepada Dhamma hadir dalam ibadah, dengan kesungguhan.
Dan melapangkan hati, kepada sesama hidup berdampingan, dalam saling hormat.
Dan bukankah, itulah, arti nama vihara ini?
“Kusaladhamma” – kualitas-kualitas batin, yang bajik. Tiga rumah ibadah, yang berdampingan, bukan sekadar, soal tiga bangunan. Ia adalah bukti, dari hati-hati yang cukup lapang, untuk merangkul, perbedaan.
Di mana keberagaman, bukan sekadar, diterima tetapi juga, dirawat, sebagai sebuah, kekuatan.
Terima kasih untuk SMA Negeri 1 Ponggok, Kemenag Jatim, & Sangha Theravada Indonesia. Semoga menjadi teladan, bagi sekolah di seluruh negeri. Dan semoga, tumbuh generasi yang hatinya lapang dalam ibadah, & dalam kebersamaan.
Sadhu
Leave a Reply