Membaca paritta bukan hanya ritual harian, tetapi praktik spiritual yang membawa manfaat nyata. Dengan keyakinan dan ketekunan, paritta diyakini dapat melindungi, menenangkan batin, serta memberikan keberuntungan dan kebijaksanaan. Tidak hanya bagi diri sendiri, namun juga bagi keluarga dan seluruh makhluk.
Phra Rajsuddhinanamongkol menyarankan umat membaca paritta sebagai solusi spiritual atas masalah hidup, dibandingkan mencari bantuan dari peramal. la menganjurkan membaca “Itipiso” sebanyak usia ditambah satu kali setiap hari, setelah rangkaian paritta lainnya seperti Namo Tassa, Tisarana, dan Bahum serta Mahakà.
Kisah seorang ibu non-Buddhis dari Bangkok menjadi ilustrasi kuat. Putranya gagal belajar di Amerika dan hidup berfoya-foya. Upaya ritual melalui peramal tidak membuahkan hasil. Namun, setelah membaca paritta secara rutin sesuai anjuran Phra Jarun, sang ibu mengalami perubahan batin yang luar biasa: lebih tenang, ceria, dan penuh harapan.
Kekuatan pelimpahan jasa tampak nyata. Setelah beberapa bulan membaca paritta dan memancarkan cinta kasih kepada putranya, sang anak mengalami kecelakaan parah namun selamat. Dalam kondisi koma, ia mulai menyadari kesalahannya dan merindukan ibunya-sebuah momen kebangkitan batin yang mengubah arah hidupnya.
Perubahan anak itu berlanjut. la mulai belajar sungguh-sungguh, membaca paritta, dan bermeditasi di wihara Buddha di Amerika. la berhasil menyelesaikan gelar sarjana dan magister, dan bahkan diprediksi akan meraih gelar doktor. Semua ini berawal dari ketulusan ibunya membaca paritta dan mendoakannya.
Phra Jarun menegaskan bahwa Paritta Bähum dan Mahäkä memiliki kekuatan paling besar karena memuat kisah kemenangan Buddha melawan berbagai rintangan. Membaca paritta secara rutin diyakini membawa kemenangan, kemakmuran, dan bahkan kelahiran di alam bahagia. Jika dibaca oleh setiap rumah tangga, paritta bisa menjadi sumber kedamaian dan kesejahteraan masyarakat.
Leave a Reply