Sutra Kşitigarbha dari awal sampai akhir akan dibacakan dalam bahasa Indonesia.
Bukan potongan bukan juga ringkasan tapi utuh.
Sutra ini terdiri dari 13 bab yang secara klasik dibagi
menjadi tiga bagian:
● “上” Bagian Atas,
● “中” Bagian Tengah,
● “下” Bagian Akhir.
Maka acaranya pun dibagi menjadi tiga sesi.
Bukan pembagian buatan panitia itu pembagian klasik dari teks aslinya.
Dan di bab terakhir sutra ini, Buddha menyebutkan sesuatu yang mengejutkan. Bagi mereka yang mendengar, membaca, & melafalkan sutra ini Beliau menyebutkan 28 manfaat. (二十八種利益) – Bab 13
● “善果日增” (shàn guo rì zēng) – Buah kebajikan bertambah hari demi hari
● “菩提不退” (pú tí bù tuì) – Tidak mundur dari jalan pencerahan
● “夜夢安樂” (yè mèng an lè) – Mimpi yang tenang & damai
● “集福廣心” (jí fú guăng xĩn) – Berhati welas asih
● “畢竟成佛” (bì jìng chéng fó) – Akhirnya mencapai Kebuddhaan
Tapi ada satu di antara 28 itu yang membuat banyak orang terdiam. Manfaat ke-23: “先亡離苦” (xiān wáng lí kũ) Leluhur yang telah mendahului terbebas dari penderitaan.
Manfaat itu tercantum sebagai manfaat bagi si pembaca. Artinya, kamu membaca untuk dirimu sendiri – dan leluhurmu ikut terbebas.
Tapi sutra ini “jujur” kepada kita.
Di “Bab 7” disebutkan bila persembahan disia-siakan atau bila pelakunya “malas mempelajari Dharma” maka yang telah meninggal “tidak memperoleh manfaat sama sekali.” Ini bukan mantra ajaib.
Karena Dhammapada mengingatkan, banyak melafalkan kitab tapi tidak mengamalkannya ibarat “penggembala” yang menghitung “sapi milik orang lain.” Maka tahun ini, “Selama ini kita membaca.”
“Tahun ini kita mengerti.”
Tiga Sesi
Dalam Satu Hari
● 08.50 – Sutra Kșitigarbha “上” (Bagian Atas)
● 13.30- Sutra Kşitigarbha “中” (Bagian Tengah)
● 14.45- Sutra Kşitigarbha “下” (Bagian Akhir) + Ullambana Patra Sutra, Semuanya dalam Bahasa Indonesia.
● Lalu 15.45 Pelimpahan Jasa & pembacaan nama-nama leluhur.
Leave a Reply