Pacaran/Nikah Beda Agama? Buddhis Ga Terlalu Pusing?

Pacaran/Nikah Beda Agama? Buddhis Ga Terlalu Pusing?

Sudah menemukan orang yang sabar, asyik, dan perhatian (sesuai idaman banget intinya), tapi ternyata orang tua minta jangan beda agama.

 

Gimana tuh? Pasti jadi terbesit di otak, “Memang apa masalahnya sih pacaran beda agama?? Salah?”

 

Ya, wajar juga! Di Indonesia, agama merupakan aspek hidup yang kokoh dipegang oleh masyarakat sehingga agama memang masih sering jadi salah satu ‘bobot dan bibit’ penting yang diperiksa para ayah dan ibu di Indonesia dari calon mereka.

 

Pernikahan terjadi karena adanya ikatan jodoh masa lampau yang kuat.

 

Dengan kata lain, hukum pernikahan dalam Buddhisme lebih dilandaskan pada hukum karma atau hukum sebab-akibat yang memungkinkan adanya ikatan jodoh tersebut.

 

Buddhisme tidak pernah melarang umatnya untuk menikahi orang lain yang berbeda agama. Umat Buddha boleh menikahi siapa saja yang terpenting adalah mereka bisa hidup berdampingan, saling percaya, dan saling menerima satu sama lain.

 

PERBEDAAN AGAMA

 

tentu pasti akan menimbulkan beberapa masalah yang perlu didiskusikan oleh pasangan yang bersangkutan di waktu mendatang.

 

Sebagai contoh saja, kelak ketika status pacaran berlanjut menuju jenjang pernikahan, lantas agama apa yang akan diikuti oleh anak?

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE