Event

Pemuda-Pemudi Buddhis se Indonesia Rayakan Sumpah Pemuda

Young Buddhist Association (YBA) bersama pemuda-pemudi Buddhis se-Indonesia bertekad mensukseskan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
 
“Secara internal organisasi tetap netral di Pemilu 2024. Kami mempersilakan anggota YBA memilih sesuai hati nurani dan logika masing-masing,” kata Ketua YBA Indonesia Limanyono Tanto dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (29/10).
 
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendukung agar pemuda-pemudi Buddhist untuk mengikuti pemilu sesuai peraturan dan jangan golput, karena masa depan bangsa ini juga menjadi kewajiban semua pihak, termasuk pemuda-pemudi Buddhist.
 
“Jadi harus bijak memilih pemimpin di pemerintahan,” imbuhnya.
 
Mengenai peringatan Sumpah Pemuda, Limanyono mengatakan, YBA bersama pemuda-pemudi Buddhis se-Indonesia telah menghadiri acara Talk Show Muda Berkarya “Pemuda Buddhis Indonesia” yang digelar Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Buddha.
 
Menurutnya, bisa dikatakan sukses merayakan sumpah pemuda apabila bisa akur bersatu antarpemuda-pemudi Buddhis se-Indonesia. Selain itu, turut andil dalam memajukan bangsa serta kualitas moral bangsa dalam kehidupan sosial.
 
“Seperti yang diajarkan juga oleh Bhante Jayamedho selaku narasumber dalam acara itu dan Dewan Pelindung dari YBA Indonesia. Beliau menyatakan pemuda pemudi Buddhis harus selalu bersatu dan kreatif serta bisa mengikuti perubahan zaman dalam penyebaran ajaran agama Buddha,” kata Limanyono.
 
Sementara itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki mengingatkan bahwa sebentar lagi bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi pemilu tahun 2024.
 
“Pemilu yang sebentar lagi akan digelar di seluruh negeri ini wajib kita kawal agar berjalan sukses, tentram, damai, berkeadilan dan bermartabat,” kata Saiful.
 
Oleh karena itu perlu komitmen bersama seluruh komponen anak bangsa terutama para pemuda untuk mewujudkan pemilu yang damai dan bermartabat itu.
 
Ia juga menegaskan bahwa peran pemuda memiliki tanggung jawab yang besar bahwa Pemilu bukan untuk meregangkan atau memisahkan antar sesama.
 
“Pemilu itu tidak membuat kita tercerai berai, tidak membuat masyarakat kita terbelah. Cukup dengan pilihan-pilihan kita yang berbeda, tapi setelah itu akan terbentuk pemerintahan baru, setelah itu kita akan bersatu kembali dan perbedaan sudah tidak ada lagi,” tukasnya.
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE