Event

Perdana Tayang di Indonesia, Film Hakiki Kisahkan Liku-liku Seorang Bhikku

Young Buddhist Association (YBA) Indonesia menggelar berbagai event spesial dalam Vesak Festival Surabaya 2024. Salah satunya adalah pemutaran film berjudul Hakiki, Life as a Buddhist Monk. Film ini diproduseri langsung oleh Bhante Jayamedho Thera dan disutradarai oleh Ivander Adyta Tjandra.

 

Pemutaran film Hakiki di Vesak Festival Surabaya ini merupakan pemutaran film Hakiki perdana di Indonesia. Sebelumnya, film ini sudah pernah diputar di New Zealand dan untuk di Indonesia baru pertama kali diputar di event Vasak Festival.
 
“Pemutaran film ini sangat luar biasa. Kami berharap dapat menginspirasi seluruh pengunjung yang ikut menyaksikan penayangan perdana film ini,” kata Produser Film Hakiki sekaligus Dewan Pelindung YBA Indonesia, Bhante Jayamedho Thera, Sabtu (25/5).
 
Menurutnya, proses pembuatan film ini melalui proses yang sangat luar biasa. Awalnya, membuat skrip yang diperiksa oleh sejumlah Bhante, sehingga pembuatan skripnya itu tidak asal karena melalui beberapa koreksi.
 
“Setelah skripnya disetujui, baru setelah itu kita carikan siapa bintang filmnya. Akhirnya, ditetapkan sejumlah Bhante yang tampil dalam film tersebut,’ katanya.
 
Ia juga menjelaskan bahwa pertama kali film ini diputar di New Zealand, sehingga awalnya film ini berbahasa Inggris. Lalu, di Indonesia baru pertama kali diputar di event Vesak Festival Surabaya 2024 ini.
 
“Setelah kita berdiskusi panjang lebar, judul film ini kita beri judul Hakiki. Apa itu Hakiki? Dalam bahasa Arab artinya hakekat, dan dalam bahasa Inggris the real life. Semoga film ini bermanfaat bagi semuanya,” terangnya.
 
Sementara itu, Sutradara Film Hakiki Ivander Adyta Tjandra mengaku sangat senang diberikan kesempatan untuk memutarkan film yang dia buat bersama Bhante Jayamedho Thera, yaitu film berjudul Hakiki. Meskipun latar belakang film ini terinspirasi dari para Bhikku Buddhis, namun sebetulnya film Hakiki ini menggambarkan kehidupan manusia yang sebenarnya harus seperti apa.
 
“Dan ini sifatnya universal, tidak hanya cocok dikonsumsi oleh umat beragama Buddha saja, namun bisa dikonsumsi juga oleh seluruh umat, termasuk non Buddhis,” katanya.
 
Ivan juga menjelaskan bahwa salah satu yang unik dari pembuatan film Hakiki ini adalah kru yang membantu dalam pembuatan film ini tidak hanya berasal dari agama Buddha, tapi dari berbagai agama. Ada dari muslim yang paling banyak membantu pembuatan film tersebut. Ada pula dari Kristiani yang menggawangi musik komposer film tersebut.
 
“Mungkin yang Buddhist hanya saya saja waktu itu. Jadi, film ini dibuat universal sekali,” tegasnya.
 
Oleh karena itu, ia berharap film ini bisa menjadi sebuah inspirasi bagi semua pihak dengan melihat kehidupan para Bhikku seperti apa. Menurutnya, ini penting untuk merefleksikan hati dan pikiran ke batin demi menjalani hidup yang sebaik-baiknya di masa sekarang.
 
“Film ini sangat related menurut saya dan ini sangat bagus sekali untuk kita menjalani hidup lebih baik. Pada intinya bukan untuk menjadikan kita agama Buddha, namun dengan inilah atau dengan apa yang kita lakukan inilah, kita bisa menjalani hidup untuk kepercayaan kita masing-masing, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. Intinya adalah menjadi manusia yang lebih baik di saat ini atau di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE

 

VESAK FESTIVAL 2024 & SANGHADANA

 

SURABAYA
22 - 26 Mei 2024
Main Atrium, Tunjungan Plaza 3

 

JAKARTA
29 Mei - 2 Juni 2024
Center Atrium, Mal Taman Anggrek

 

BCA 088 880 7988
a.n. Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988

Yayasan Muda Mudi Buddhis Bersatu
BCA KCU Darmo Surabaya (CENAIDJA)
088.880.7988