PESUGIHAN WIH! GIMANA NIH PANDANGAN DI AGAMA BUDDHA

PESUGIHAN WIH! GIMANA NIH PANDANGAN DI AGAMA BUDDHA

PESUGIHAN 

Kata ‘pesugihan’ berasal dari kata ‘sugih’, ‘pesugihan’ ialah proses menjadi sugih atau kaya. Secara umum pesugihan dapat di artikan suatu kegiatan atau usaha yang bertujuan untuk mendapatkan kekayaan duniawi dengan cara pemujaan dan ritual dengan suatu pengorbanan atau tumbal. Biasanya pesugihan dilakukan di tempat-tempat yang dikeramatkan. 

 

RETROCOGNITION 

Untuk mencapai kesejahteraan hidup duniawi membutuhkan harta benda sebagai sarana tetapi harta duniawi bukan merupakan suatu yang utama. Wajar apabila sebagaian besar orang ingin hidup bahagia penuh kekayaan duniawi, tetapi hendaknya kekayaan itu diperoleh dengan cara yang baik dan benar tidak bertentangan dengan Dhamma. 

 

Memiliki harta kekayaan adalah keinginan setiap orang. Buddha menjelaskan dalam Pattakamma Sutta, Samyutta Nikaya bahwa ada empat keinginan yang diinginkan oleh setiap orang. Satu memiliki harta kekayaan, kedua menjadi orang terpandang, ketiga sehat dan umur panjang, keempat terlahir di alam surga. Kalau ingin menjadi kaya duniawi yang harus dilakukan adalah memiliki mata pencaharian benar, merawat apa yang telah didapat dan sebagainya sebagaimana yang diuraikan Buddha dalan Anguttara Nikaya VIII, 54. 

 

Kekayaan akan didapatkan jika melakukan banyak kebajikan, antara lain berdana, melaksanakan sila atau kemoralan, rajin melatih samadhi, dan bukan melakukan sebaliknya yang bertentangan dengan sila atau kemoralan. Bhikkhu Nyana Suryanadi 

 

ANGUTTARA NIKAYA VIII, 54. 

Ada empat hal yang akan membawa pada kesejahteraan dan kebahagiaan seorang perumah tangga dalam kehidupan sekarang ini:

(1). Kesempurnaan inisiatif berarti rajin dan bersemangat dalam mencari nafkah. Orang yang terampil dan rajin mencari cara yang sesuai, bertindak dengan tepat, dan mencapai hasil yang memuaskan sesuai harapan. 

Pekerjaan tanpa kesungguhan tidak akan sukses.

(2). Kesempurnaan perlindungan berarti perumah tangga menjaga dan melindungi kekayaan yang diperoleh dengan kerja keras dan kejujuran.

(3). Persahabatan yang baik terjadi di desa atau kota, di mana perumah tangga berteman dengan baik dengan orang-orang yang memiliki keyakinan, moralitas, kedermawanan, dan kebijaksanaan yang matang.

(4). Kehidupan yang seimbang adalah saat perumah tangga mengelola pemasukan dan pengeluarannya dengan bijak. Mereka tidak boros atau kikir. Kekayaan yang dikumpulkan akan terbuang jika terjerumus pada main wanita, mabuk-mabukan, berjudi, atau persahabatan yang buruk. 

 

Guna mendapatkan berkah kekayaan hendaknya tidak dilakukan di pohon-pohon besar, batu-batu besar, goa-goa, dan makam yang dianggap keramat, berkah akan diperoleh jika melakukan banyak kebajikan, dengan berdana, melaksanakan sila, rajin melatih samadhi serta berbuat baik melalui badan jasmani, ucapan dan pikiran. 

 

Sumber: Komunikasi Ritual Ngalap Berkah Pesugihan dalam Pandangan Agama Buddha oleh Marjianto, S.Pd., M.Si. 

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE