SEBUAH TÉKAD BERSAMA MENJADI INDONESIA

SEBUAH TEKAD BERSAMA MENJADI INDONESIA

Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ditetapkannya Undang Undang Dasar 1945 pada tanggal 18 Agustus 1945, pada hakekatnya memperlihatkan tekad bangsa Indonesia, yang terdiri dari berbagai suku, kebudayaan, agama dan kepercayaan, untuk bersatu padu dan berdiri tegak sebagai satu kesatuan bangsa dan negara di tengah kehidupan bangsa-bangsa di dunia. Tekad untuk bersatu padu tanpa mengingkari keanekaragamannya itu tercermin dalam semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika”. yang berarti “berbeda-beda tetapi satu”. 

 

Di tengah-tengah masyarakat luas bangsa Indonesia, umat Buddha Indonesia sebagai suatu kelompok umat beragama yang berpedoman kepada Dhamma Vinaya ajaran Sang Buddha Gotama sebagaimana tercantum dalam Kitab Suci Tipitaka (Pali), sesungguhnya telah memiliki suatu ajaran serta pegangan hidup yang sempurna, guna membina kehidupan jasmani dan rohani yang luhur dan sejahtera, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama di kalangan umat Buddha sendiri. 

 

Pancasila sebagai rumusan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang merupakan resapan dari berbagai kebudayaan, agama serta kepercayaan yang pernah masuk dan mewariskan nilai-nilai luhurnya kepada bangsa Indonesia sejak zaman bahari hingga sekarang, adalah jelas sejalan dan tidak bertentangan dengan ajaran agama Buddha. 

 

Umat Buddha Indonesia memandang Pancasila sebagai pandangan hidup yang mengandung nilai-nilal luhur agama Buddha yang diterapkan dalam bahasa umum, sehingga dapat diterima sebagai pandangan hidup oleh seluruh bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan yang bercorak “Bhinneka Tunggal Ika”. 

 

Penulis: Herman S, Endro, S.H., Pedoman Penghayatan dan Pembabaran Agama Buddha Mazhab Theravada di Indonesia, Majelis Pandita Buddha Dhamma Indonesia, Jakarta: Yayasan Dhammadipa Arama, 1978

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE