22 Oct
Kisah Kiyoshi Kimura dan perspektif Buddhis tentang cara mengatasi pembajakan melalui nafkah yang layak, kemurahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
READ MORE21 Oct
Peristiwa di Bundaran HI dan rencana pemasangan chattra di Candi Borobudur mengangkat pertanyaan tentang keadilan dan perlindungan cagar budaya. Melalui ajaran Buddha dalam Dhammapada 257, kita diajak menerapkan aturan secara adil dan tanpa pilih kasih. Artikel ini membahas pentingnya kajian ilmiah, transparansi, serta kepatuhan terhadap hukum sebelum mengambil keputusan yang sulit dibatalkan. Pelestarian warisan budaya harus mengutamakan keaslian, sejarah, dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang. Mari menjaga cagar budaya dengan data, kebijaksanaan, dan standar yang konsisten untuk semua.
READ MORE20 Oct
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE19 Oct
Kisah Yoo Ji-won, pelari muda yang meninggal 500 meter sebelum finis, mengingatkan kita pada ajaran Buddha tentang Jalan Tengah, keseimbangan, dan pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
READ MORE19 Oct
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE16 Oct
IHSG anjlok dan berita pasar memicu kecemasan? Ajaran Buddha dalam Lokavipatti Sutta dan Bodhicaryāvatāra mengingatkan kita untuk menghadapi untung dan rugi dengan batin yang tenang. Pelajari cara berhenti sejenak, mengelola kepanikan, dan fokus pada hal yang masih bisa dikendalikan. Harga saham boleh turun, tetapi harga diri tidak ikut turun. Temukan inspirasi untuk menjaga keseimbangan batin melalui meditasi, dana, dan Dhammatalk di Grand Mindful Connect 10.
READ MORE16 Oct
Antrean iPhone 18 hingga puluhan juta rupiah memicu refleksi tentang FOMO, gaya hidup, dan rasa cukup. Simak perspektif Buddhis Theravāda dan Mahāyāna dalam menghadapi budaya flexing dan konsumtif.
READ MORE15 Oct
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE14 Oct
Sebanyak 46 orangutan di Kalimantan Barat harus diselamatkan akibat kebakaran hutan yang merusak habitat mereka. Kisah ini mengingatkan kita pada ajaran Buddha tentang welas asih terhadap semua makhluk hidup dan larangan membakar hutan. Melalui kisah burung nuri yang berusaha memadamkan api, kita belajar bahwa tindakan kecil tetap memiliki arti. Mari ikut menjaga hutan dengan tidak membakar lahan, melaporkan titik api, dan membantu satwa yang terdampak. Karena setiap makhluk hidup berhak memiliki rumah yang aman dan kesempatan untuk hidup.
READ MORE13 Oct
Mengapa hinaan lebih membekas daripada pujian? Pelajari cara menghadapi omongan negatif melalui ajaran Buddha, refleksi diri, dan belajar melepaskan kata-kata yang menyakiti agar tidak terus membebani pikiran.
READ MORE