Tag Buddhist

1 Oct

Bhikkhu Theravāda jadi “murid” Guan Yin?

Kisah Luang Pu Toh dan Guan Yin mempertemukan tradisi Theravada dan Mahayana melalui praktik vegetarian dan welas asih. Benarkah kisah ini terjadi?

READ MORE

30 Sep

Takutnya bukan cuma soal “jadi orang tua yang baik.”

Pola keluarga dapat berulang, tetapi masa lalu bukan takdir. Kenali konsep vāsanā dan bagaimana kebiasaan membentuk kecenderungan perilaku. Dengan kesadaran, kita bisa memutus siklus dan membangun pola baru agar luka tidak diwariskan ke generasi berikutnya.

READ MORE

30 Sep

25 Tahun OBM: Dari Persahabatan Menjadi Pengabdian

25 tahun OBM menjadi perjalanan lintas kota dan generasi bagi mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Simak kisah kebersamaan, pengabdian, dan semangat Dhamma dalam komunitas.

READ MORE

29 Sep

Purna Tugas, Bukan Akhir dari Pengabdian

Momen purna tugas Bapak Ketut Panji Budiawan sebagai Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, penuh apresiasi, kebersamaan, dan doa.

READ MORE

29 Sep

Kok hidup masih ketemu masalah yang mirip-mirip?

Memahami makna saṃsāra sebagai siklus yang terus berulang dalam kehidupan. Artikel ini membahas bagaimana pola keinginan, penolakan, dan reaksi emosional dapat membuat kita terus berada dalam “loop” yang sama. Melalui konsep vedanā dan taṇhā, kita diajak menyadari adanya jeda sebelum bereaksi. Perubahan tidak selalu berarti mengganti lingkungan, pekerjaan, hubungan, atau tempat tinggal. Kadang, yang perlu diubah adalah cara kita melihat dan merespons setiap pengalaman.

READ MORE

28 Sep

Guru Lain Akan Mengarak Panji Saat Dapat Murid Baru

Kisah Upali menunjukkan bagaimana Buddha menyikapi seseorang yang ingin berpindah keyakinan: selidiki dengan saksama, jangan terburu-buru, dan tetap menghormati jalan yang pernah ditempuh.

READ MORE

27 Sep

Selamatkan diri dulu, baru bantu orang lain.

Memahami makna menjaga diri dan menjaga orang lain dalam ajaran Buddha melalui Sedaka Sutta, SN 47.19. Artikel ini membahas bagaimana menjaga diri bukan berarti bersikap egois atau tidak peduli kepada orang lain. Sebaliknya, kepedulian terhadap diri sendiri dapat menjadi dasar untuk membantu dan menjaga orang lain dengan lebih baik. Temukan keseimbangan antara menjaga kesehatan batin, menetapkan batas diri, dan tetap memiliki welas asih. Karena dalam kehidupan, menjaga diri dan menjaga orang lain dapat berjalan bersama tanpa harus kehilangan diri sendiri.

READ MORE

27 Sep

Dia nyakitin kamu. Tapi kok kamu yang bisa kalah dua kali?

Belajar melepaskan dendam tanpa membiarkan diri terus disakiti. Memahami arti kemenangan ganda, batas diri, dan memilih berhenti meneruskan kebencian.

READ MORE

26 Sep

Malam ini banyak orang minta jodoh ke bulan.

Mid-Autumn bukan hanya tentang bulan dan jodoh. Temukan makna hubungan dalam perspektif Buddhis, dari benang merah hingga kesiapan membangun cinta yang sehat.

READ MORE

24 Sep

Nakut-nakutin Anak Pakai Neraka?

Memahami bagaimana pola pendidikan berbasis ketakutan dapat memengaruhi anak dan keluarganya. Artikel ini membahas kasus di Jepang serta istilah shūkyō nisei dalam konteks dampak doktrin keagamaan terhadap anak. Panduan Jepang tentang perlindungan anak juga menjadi bahan untuk melihat batas antara pendidikan agama dan tekanan psikologis. Ajaran Buddha dalam MN 61 menunjukkan pentingnya mendidik anak melalui refleksi, bukan sekadar menakut-nakuti. Temukan bagaimana nilai agama dapat diajarkan dengan kebebasan bertanya, kebijaksanaan, dan tanpa paksaan yang berlebihan.

READ MORE