Sutra ini cuma kita buka waktu ada yang meninggal.
Padahal judul babnya sendiri menyebut yang hidup, lebih dulu.
Bab 7: “Manfaat bagi yang Hidup dan yang Mati.”
Dan bab itu adalah bab yang paling padat instruksi.
Semuanya untuk orang yang masih punya pilihan
Sutra ini tidak bilang kamu jatuh sekaligus.
Ia bilang kamu seperti orang memikul batu melewati lumpur, setiap langkah batunya makin berat, dan kamu makin dalam terbenam.
Yang berbahaya bukan satu langkah, yang berbahaya adalah arah.
Sutra ini melarang menyembelih untuk yang sudah pergi. Alasannya keras.
“Membunuh, melukai, dan melakukan pengorbanan tidak punya sehelai rambut pun kekuatan untuk memberi manfaat kepada yang meninggal. Perbuatan itu hanya mengikat kondisi pelanggaran makin dalam dan makin berat.”
49 hari itu bukan formalitas. Sutra menyebutnya masa ketika perkaranya belum ditetapkan, dan yang belum terlahir kembali “berharap setiap saat” agar keluarganya berbuat baik.
Bukan berharap didoakan, berharap ada kebaikan yang benar-benar terjadi.
Tokoh utama sutra ini bukan pahlawan bersenjata. Dua kehidupan lampau Ksitigarbha yang dikisahkan adalah keduanya anak perempuan yang menolak menyerah pada ibunya.
Perempuan Brahmana, dan Mata Terang.
Keduanya kata sutra adalah Kşitigarbha.
“selama neraka belum kosong, aku tidak menjadi Buddha.” Jujur itu rumusan tradisi, bukan kutipan harfiah sutra.
Yang tertulis di dalamnya justru lebih menohok:
“Hanya setelah mereka semua menjadi Buddha, barulah aku sendiri mencapai Pencerahan Sejati.”
Sumpah yang sengaja dirancang tidak akan selesai, dan tetap dijalankan hari ini juga.
Sutra paling pesimis tentang akibat perbuatan, dan paling optimis tentang jangkauan kasih sayang. Ia menggambarkan kemungkinan terburuk sedetail-detailnya, lalu menunjukkan bahwa bahkan dari sana, seseorang masih bisa menjangkaumu.
Kalau mau mulai membaca,
Jangan dari bab 1. Bab 1 kosmologis dan luas, banyak yang berhenti di sana.
Mulai dari bab 7.
Bab paling praktis, paling pendek urusannya, dan paling langsung bicara pada orang yang masih hidup. Setelah itu baru bab 1 dan 4, untuk kisahnya.
Leave a Reply