Kita biasa diberi tabel perbandingan.
Dan tabel perbandingan diam-diam terasa seperti daftar peringkat. Padahal ketiganya bukan tiga jawaban untuk satu pertanyaan.
Tao bertanya:
Siapa yang mengurus mereka yang tidak punya siapa-siapa?
Bulan ketujuh dalam tradisi Tao berkaitan dengan 地官大帝 (Dìguan Dàdì), Pejabat Bumi yang temanya pengampunan dan persembahannya juga ditujukan bagi arwah yang tak punya keturunan.
Khonghucu bertanya:
Bagaimana garis kebajikan sebuah keluarga tidak putus?
慎終追遠,民德歸厚矣 (Shèn zhōng zhuī yuán, mín dé guī hòu yì) (Lunyu 1.9). Bila akhir hayat diurus sungguh-sungguh dan leluhur tetap dikenang, kebajikan rakyat akan kembali menebal.
Buddha bertanya:
Apa yang sebenarnya bisa dikirim?
Sūtra Ullambana:
Maudgalyāyana memberi ibunya semangkuk nasi, nasi itu berubah jadi bara yang akhirnya sampai bukan makanannya, melainkan kebajikan yang dilimpahkan.
● Siapa yang mengurus yang tak punya siapa-siapa?
● Bagaimana garis kebajikan tidak putus?
● Apa yang sebenarnya bisa dikirim?
Ketiganya pertanyaan yang layak ditanyakan.
● Tao: Peduli pada arwah sebatang kara.
● Khonghucu: Menjaga ketulusan dan moralitas batin.
● Buddha: Kebajikan kembali ke diri sendiri.
Tiga jalan berbeda, satu muara:
Upacara untuk yang pergi, sebenarnya mendidik batin kita yang tinggal.
Kami menjelaskan Buddhisme dari dalam, dan dua tradisi lain dari luar, dengan pengetahuan yang pasti lebih tipis. Kalau ada yang keliru, tolong betulkan kami di kolom komentar.
Kami akan meralat.
Jadi kalau di rumahmu nenek membakar kertas, ayah
bicara soal bakti, dan kamu ikut pelimpahan jasa di
vihara, kamu tidak sedang bingung. Kamu sedang
mewarisi tiga pertanyaan sekaligus dan tidak satu
pun dari ketiganya pertanyaan yang buruk.
Leave a Reply