Event

Di Tengah Banjir Jakarta, Langit Cerah “Sambut” Ritual Fangsheng YBA

Rabu, 28 Januari 2026

Jakarta, 24 Januari 2025 – Di tengah guyuran hujan deras yang melanda berbagai wilayah Jakarta dan menyebabkan banjir parah di sejumlah titik, langit Jakarta Utara justru menampakkan wajah cerahnya pada hari Jumat, 24 Januari 2025. Kondisi cerah ini menyertai kegiatan fangsheng atau pelepasan hewan ke habitat aslinya yang digelar oleh Young Buddhist Association (YBA) bekerja sama dengan komunitas Anggrek Dhamma Sasana, Keluarga Besar Vihara Lalitavistara, dan Mudita Center di Baywalk Mall, Pluit, Jakarta Utara.


Fangsheng merupakan praktik pelepasan hewan kembali ke habitatnya yang telah menjadi tradisi dalam Buddhisme sejak berabad-abad lalu. Kegiatan ini bukan sekadar melepaskan hewan, melainkan melatih hati untuk senantiasa penuh welas asih, menghormati kehidupan, serta membantu makhluk hidup yang membutuhkan pertolongan. Melalui fangsheng, para praktisi Buddha belajar untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mengembangkan kepedulian terhadap semua bentuk kehidupan.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini dihadiri oleh para Bhikṣu dari tradisi Mahāyāna dan Theravāda, di antaranya Y.M. Bhikkhu Sombat Pavitto Mahāthera, Y.M. Bhikṣu Andhanavīra Mahāsthavira (Suhu Aan), serta Y.M. Bhikṣu Bhadra Pāla Mahāsthavira (Suhu Xian Bing), Yang Mulia Bhikkhu Mu, Yang Mulia Bhikkhu Nu, Yang Mulia Bhikkhu Jokkwi, Śrāmaṇera Zhen Ru, Śrāmaṇera Chuan Gong, Śrāmaṇera Fa Li, Śrāmaṇera Fa Lun, Śrāmaṇerī Jing Shan, Śrāmaṇerī Shao Xiang, serta Śrāmaṇerī Xian Xian. Kehadiran para Bhikṣu yang terhormat ini memberikan berkah dan bimbingan spiritual bagi seluruh peserta. Dengan penuh khidmat, para Bhikṣu memimpin pembacaan Paritta dan memberikan Dhammadesanā singkat mengenai pentingnya mempraktikkan welas asih dalam kehidupan sehari-hari.


Turut hadir pula Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., yang kehadirannya menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang positif bagi masyarakat. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi inisiatif YBA, Anggrek Dhamma Sasana, Keluarga Besar Vihara Lalitavistara, dan Mudita Center yang tidak hanya berfokus pada aspek ritual keagamaan, tetapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan dan kehidupan makhluk hidup.

Dalam ajaran Buddha, setiap kehidupan memiliki nilai yang sama berharganya. Kegiatan fangsheng mengajarkan kita untuk turut memikirkan kesejahteraan makhluk lain. Dengan melepaskan hewan-hewan yang terancam kehidupannya, kita mempraktikkan sīla pertama yaitu tidak membunuh (ahiṃsā), sekaligus secara aktif memberikan kehidupan dan kebebasan kepada mereka. Praktik ini juga mengajarkan tentang karma dan sebab-akibat—ketika kita menyelamatkan kehidupan, kita menanam benih kebaikan yang akan berbuah dalam kehidupan kita.

 

Pada kesempatan ini, YBA, Anggrek Dhamma Sasana, Keluarga Besar Vihara Lalitavistara, dan Mudita Center berhasil melepaskan lebih dari 300 kilogram hewan laut yang mencakup berbagai jenis seperti udang, belut laut, ikan kerapu, dan berbagai hewan laut lainnya. Pemilihan jenis hewan yang dilepaskan dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa mereka adalah hewan yang berasal dari perairan laut dan dapat bertahan hidup ketika dikembalikan ke habitat aslinya. Tim panitia sebelumnya telah berkonsultasi dengan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation) untuk memastikan bahwa pelepasan ini dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan tidak mengganggu ekosistem laut yang ada.

Lokasi Baywalk Mall, Pluit dipilih karena kawasan ini memiliki akses langsung ke perairan laut yang relatif bersih dan memungkinkan hewan-hewan laut dilepaskan kembali ke habitat alami mereka dengan aman. Kondisi perairan di area tersebut juga telah diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kualitas air yang memadai bagi kehidupan hewan-hewan yang akan dilepaskan.

 

Pada hari pelaksanaan fangsheng, para peserta dengan penuh kehati-hatian dan kasih sayang melepaskan hewan-hewan tersebut ke perairan laut setelah mendapat berkah dari para Bhikṣu. Setiap wadah yang berisi hewan laut dibawa dengan penuh hormat menuju tepian pantai. Peserta, baik tua maupun muda, bergantian melepaskan hewan-hewan tersebut sambil membaca doa dalam hati, mengharapkan agar hewan-hewan tersebut dapat hidup dengan baik, terbebas dari penderitaan, dan menjalani sisa kehidupan mereka dengan damai di habitat alami.

Yang membuat kegiatan ini semakin berkesan adalah kondisi cuaca yang begitu mendukung. Sejak beberapa hari sebelumnya, Jakarta dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir di berbagai wilayah seperti Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Namun, kawasan Pluit dan Jakarta Utara justru dikaruniai langit cerah yang mendukung pelaksanaan kegiatan fangsheng. Para Bhikṣu yang hadir menjelaskan bahwa dalam Buddhisme, alam dan kehidupan spiritual manusia memiliki keterkaitan yang erat.

 

Acara fangsheng kemudian ditutup dengan sesi saṅghadāna dan dana makan siang yang diberikan oleh para peserta kepada para Bhikṣu. Praktik saṅghadāna ini merupakan tradisi mulia dalam Buddhisme di mana umat memberikan dana atau persembahan kepada Saṅgha sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap mereka yang telah meninggalkan kehidupan duniawi untuk menempuh jalan Dharma. Melalui persembahan ini, para peserta tidak hanya mendukung keberlangsungan Saṅgha, tetapi juga menanam kebajikan dan mengembangkan sifat kedermawanan (Dāna Pāramitā).

Kegiatan fangsheng hasil kerja sama antara Young Buddhist Association, Anggrek Dhamma Sasana, Keluarga Besar Vihara Lalitavistara, dan Mudita Center ini menjadi bukti nyata bahwa ajaran Buddha tidak hanya dipelajari dalam bentuk teori atau filosofi, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan nyata melalui tindakan-tindakan konkret. Di tengah tantangan lingkungan yang semakin berat, praktik seperti fangsheng mengingatkan kita bahwa setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan niat baik dapat membawa perubahan besar bagi dunia.

 

Young Buddhist Association, Anggrek Dhamma Sasana, Keluarga Besar Vihara Lalitavistara, dan Mudita Center senantiasa terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dan bersama-sama mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Mari bersama-sama menyebarkan cinta kasih dan welas asih kepada semua makhluk, menjaga keseimbangan alam, dan berkontribusi untuk dunia yang lebih baik.

Tags :