SURABAYA, 26 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, perbedaan pandangan keagamaan dan budaya sering kali berujung pada perdebatan yang tajam di ruang digital. Menyikapi fenomena ini, Young Buddhist Association (YBA) Indonesia melangkah maju mengudara bersama RRI PRO 1 Surabaya 99.2 FM. Melalui program siaran “Beranda Asta Cita: Moderasi Beragama”, YBA mengajak generasi muda merefleksikan kembali makna toleransi agar tidak sekadar menjadi komoditas konten, melainkan mewujud dalam aksi nyata merawat keindonesiaan.
Surabaya – Tanggal 3 Juli 2026 menjadi hari yang sangat bersejarah dan penuh berkah bagi Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI). Komunitas ini melangsungkan prosesi spiritual yang sangat khidmat, yakni penerimaan Relik Suci Sang Buddha beserta para siswa utama-Nya.
SURABAYA, 11 Juni 2026 – Young Buddhist Association (YBA) memenuhi undangan resmi untuk berpartisipasi dalam sebuah acara bincang santai lintas iman guna memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Pertemuan daring bertajuk “Mengenal Agama Buddha” ini dilangsungkan melalui platform Zoom pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, sebagaimana tertera pada pamflet digital. Dalam ruang diskusi yang penuh kehangatan tersebut, YBA diwakili langsung oleh Ketua Dewan Pembina mereka, Billy Lukito Joeswanto.
SURABAYA, Indonesia — Menjelang Waisak yang tahun ini jatuh pada 31 Mei, rupang Buddha transparan terbesar yang pernah dibuat di Indonesia kini berdiri di jantung salah satu mall tersibuk di negeri ini. Diresmikan pada 27 Mei di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, rupang setinggi 5,6 meter dan selebar 4,6 meter itu mencatatkan rekor baru dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai rupang Buddha transparan terbesar seIndonesia
SURABAYA — Malam itu, 23 Mei 2026, suasana di pusat perbelanjaan terasa berbeda dan jauh lebih mendalam. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas urban Convention Hall Tunjungan Plaza 3, sebuah diskusi keagamaan hadir memikat hati dengan pemandangan yang tidak biasa. Ruangan tidak lagi dipenuhi oleh jubah atau atribut keagamaan tertentu, melainkan menjadi ruang temu yang inklusif bagi keberagaman masyarakat. Mulai dari umat Buddhis yang merawat keyakinan sejak kecil, penggemar komik yang baru pertama kali menyentuh karya bertema spiritual, hingga warga urban yang hadir sekadar karena terpikat rasa penasaran pada judulnya.