Event

Grand Mindful Connect (Micon) Komsel Buddhis: Elmand Ajak Anak Muda Surabaya Praktikkan Mindfulness Lewat Seni Suara

Sabtu, 28 Maret 2026

SURABAYA – Di tengah tantangan kesehatan mental yang kian meningkat di kalangan generasi muda, Young Buddhist Association (YBA) kembali menghadirkan terobosan dalam membumikan ajaran kesadaran. Melalui acara Grand Mindful Connect 5 yang digelar pada Sabtu (28/3) di Ciputra World Surabaya, teknik olah suara menjadi pintu masuk bagi anak muda untuk mengenal mindfulness.

 

Mengusung tema “Art as a Path to Stillness”, acara ini menghadirkan Elmand, atau dikenal di media sosial dengan nama user @elmandsipasi. Elmand merupakan seorang content creator, aktor, dan penyanyi-penulis lagu, yang memandu lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang dan agama untuk mengeksplorasi ketenangan melalui napas dan nada.

Inovasi Tanpa Mengubah Tradisi

Chesilia Pangestu, Ketua Acara Grand Mindful Connect 5, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar YBA saat ini adalah bagaimana membuat spiritualitas tetap relevan bagi generasi muda yang sibuk dan rentan terpapar isu mental health.

 

“Tujuan kami adalah memberikan point of view baru untuk mengenalkan metode meditasi yang dibawakan dengan cara yang unik, namun tetap tanpa mengubah atau memodernisasi esensi dari ajaran Buddha itu sendiri” jelas Chesilia.

 

Ia menekankan bahwa YBA berkomitmen untuk terus melakukan riset terkait metode pendekatan apa yang paling sesuai untuk menjawab sesuai kebutuhan zaman. “Inilah tantangan yang dijawab YBA; kami terus mencari cara agar spiritualitas bisa dipraktikkan di tengah kesibukan sehari-hari, sehingga generasi muda tertarik untuk terus belajar mengembangkan diri dalam koridor hidup berkesadaran yang sejalan dengan ajaran Buddha.”

Mindfulness dalam Napas dan Nada Dalam sesi intinya, Elmand mengajarkan teknik pernapasan diafragma dan humming (bersenandung) layaknya latihan penyanyi profesional. Ia menegaskan bahwa kesadaran penuh bisa dibangun melalui aktivitas sederhana seperti menyanyi atau melafalkan doa (chanting).

 

“Saat kita melafalkan doa atau bernyanyi dengan memaknai artinya secara sadar penuh, kualitas suaranya akan berubah total menjadi jauh lebih baik dan menenangkan,” ujar Elmand.

Kualitas Kesadaran yang Memukau Peserta

Meskipun banyak peserta yang mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka belajar mindfulness melalui seni suara, antusiasme yang ditunjukkan sangat luar biasa. Para peserta merasa mendapatkan kualitas kesadaran yang sangat dalam hanya melalui teknik pernapasan dan humming.

 

“Awalnya saya pikir meditasi itu hanya duduk diam, tapi melalui Kak Elmand saya sadar bahwa aktivitas sehari-hari pun bisa menjadi sarana melepas stres. Teknik napas diafragma tadi benar-benar membuat pikiran saya jauh lebih tenang dan hadir utuh,” ungkap salah satu peserta di lokasi acara.

Salah seorang peserta lainnya juga mengungkapkan bahwa mereka cukup tergelitik dengan sudut pandang baru dari Kak Elmand terkait pentingnya memahami dan memilih setiap kata yang diucapkan. Perspektif ini membuat peserta tersadar dan mulai berpikir untuk lebih mindful dalam praktik kehidupannya sehari hari.

 

Kehadiran lebih dari 50 anak muda dari beragam latar belakang ini membuktikan bahwa kebutuhan akan ketenangan batin adalah milik semua orang. YBA berharap melalui metode yang segar ini, praktik hidup berkesadaran dapat menjadi gaya hidup baru yang melindungi kesehatan mental generasi masa kini.

Tags :