Event

Lebih dari 110 Paw Parents Padati Tribeca Park: Saat Anjing, Kucing, Sampai Ular Piton Ikut Diberkati

Sabtu, 09 Mei 2026

JAKARTA — Sore itu, 9 Mei 2026, Tribeca Park di Central Park Mall Jakarta berubah menjadi pemandangan yang jarang ditemui di mall manapun. Lebih dari 110 paw parents datang membawa anabul masing-masing, dan daftar pesertanya bukan cuma anjing atau kucing seperti yang biasa orang bayangkan ketika mendengar kata “pemberkatan hewan”.

Ada berbagai macam anjing, dari Pomeranian sampai Golden Retriever yang menyalak ramah ke arah pengunjung lain. Ada kucing-kucing yang dengan tenang duduk di pelukan pemiliknya — sebagian masih di dalam carrier, sebagian lainnya malah ikut mengamati dengan mata bulat penasaran. Tapi yang membuat sore itu terasa istimewa adalah kehadiran sugar glider yang menempel manja di leher pemiliknya, ular piton yang melingkar tenang di lengan seorang remaja, kelinci-kelinci dengan telinga panjang menjuntai, kura-kura sulcata yang berjalan pelan di atas rumput sintetis, hingga gecko warna-warni yang dipegang hati-hati di telapak tangan.

Acara bertajuk “Pet Blessing — Love for AnimALL” ini digelar pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari rangkaian Health & Healing Fest, hasil kolaborasi Central Park Mall, Young Buddhist Association Indonesia (YBAI), Anggrek Dhamma Sassana, dan Vihara Mudita Center dalam rangka road to Vesak Festival 2026. Gelaran ini sekaligus menjadi salah satu rangkaian perayaan satu dekade YBAI yang berdiri sejak 27 Mei 2016.

Pemberkatan dipimpin oleh Y.M. Bhiksu Bhadra Pala Mahāsthavīra Shi Xian Bing, Kepala Vihara Mudita Center sekaligus Dewan Pelindung YBAI. Mendampingi Beliau, hadir pula jajaran anggota Sangha:


•Bhiksu Sakya Sugata (Suhu Néng Xiū) — Sekretaris Jenderal Sangha Mahayana Indonesia (SMI), Dewan Pelindung YBAI, dan Kepala Vihara Dharmasagara Bandung

•Sramanera Dharma Cakra (Shami Fǎ Lún) — Mahasiswa STAB Mahaprajna, Cilincing

•Sramanera Satya Tatha (Shami Zhén Rū) — Mahasiswa STAB Mahaprajna, Cilincing

•Sramanera Dharma Paramattha (Shami Fǎ Lǐ) — Mahasiswa STAB Mahaprajna, Cilincing

Dalam suasana yang hangat tapi khidmat, paritta dibacakan dan air berkah dipercikkan ke setiap anabul yang dibawa maju oleh pemiliknya satu per satu. Sebagian pemilik tampak menahan air mata — terutama mereka yang membawa hewan tua atau yang sedang berjuang melawan penyakit.
Dalam kesempatan tersebut, Suhu Xian Bing menyampaikan bahwa “sebagai seorang pet owner yang bertanggung jawab, kita wajib untuk menyayangi dan merawat mereka karena pets kita sangat setia dan menyayangi kita.” Praktek mettā atau cinta kasih sangatlah penting untuk diterapkan bagi setiap pet owner sebagai bentuk timbal balik kasih sayang yang diberikan hewan peliharaan kita. Ini terutama berlaku karena interaksi yang kita miliki dengan pet kita merupakan hasil akumulasi jodoh dan karma masa lampau. “Bisa jadi kalian sudah pernah bertemu sebelumnya di kehidupan lain, dan dalam wujud yang berbeda juga,” ujar Y.M. Bhiksu Bhadra Pala Mahāsthavīra Shi Xian Bing.

Hadir pula Jasmine Jawie, seorang Intuitive Animal Communicator yang sudah lebih dulu dikenal komunitas pecinta hewan. Jasmine berinteraksi dengan beberapa anabul peserta, membantu pemiliknya memahami apa yang mungkin dirasakan hewan kesayangan mereka. Senada dengan pesan Suhu Xian Bing, Jasmine berharap setiap pet owner akan terus belajar dan menemukan cara yang lebih dalam untuk menyayangi anabul mereka.

Pada acara Pet Blessing ini, juga diadakan giveaway dari YBAI x Jasmine Jawie. Tiga orang beruntung yang terpilih lewat undian mendapatkan sesi gratis Animal Communication secara private bersama Jasmine setelah acara.

Yang menarik, banyak peserta yang datang ternyata bukan beragama Buddha. Beberapa pemilik kura-kura sulcata dan ular piton yang sempat berbincang di sela acara mengaku datang karena rasa cinta yang sama — bahwa hewan peliharaan mereka layak mendapat doa dan kebaikan, terlepas dari latar belakang agama pemiliknya. Pesan inilah yang sejak awal ingin ditegaskan oleh panitia: mettā atau cinta kasih dalam ajaran Buddha bukan hanya untuk sesama manusia, tapi untuk semua makhluk hidup — sabbe sattā bhavantu sukhitattā, semoga semua makhluk berbahagia.

Acara berlangsung hingga pukul 19.30 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh tawa — terutama ketika seekor sugar glider mendadak melompat dari satu bahu ke bahu yang lain, dan seekor anjing kecil mencoba mengendus kura-kura sulcata yang ukurannya hampir sebesar dirinya.

Bagi YBAI bersama Anggrek Dhamma Sassana, dan Vihara Mudita Center, gelaran ini menjadi pemanasan menuju Vesak Festival 2026 yang akan digelar di Surabaya pada 27–31 Mei dan dilanjutkan di Jakarta pada 3–7 Juni. Sebuah pengingat sederhana di tengah hiruk-pikuk ibu kota: bahwa belas kasih tidak mengenal spesies, dan setiap makhluk yang bernapas — entah berkaki empat, melata, atau bersisik — semua pantas untuk dicintai dan dirayakan kehadirannya di dunia ini.

Tags :