Event

Menemukan Cahaya di Tengah Dunia yang Terlalu Terang

Kamis, 05 Februari 2026

Di dunia yang penuh kilau pencapaian dan perbandingan, banyak orang justru merasa semakin lelah.Semakin banyak yang dilihat, semakin sulit mengenali diri sendiri.

 

Dalam suasana seperti itulah Grand MiCon kali ini hadir tentang pencarian cahaya diri hadir—bukan untuk memberi jawaban instan, tetapi untuk membuka ruang refleksi: apakah cahaya yang kita kejar benar-benar milik kita?

 

Acara ini mengajak peserta memahami kegelisahan yang sering tersembunyi: rasa insecure, tekanan untuk selalu terlihat berhasil, dan kebingungan tentang identitas diri. Bukan sebagai masalah yang harus dihindari, tetapi sebagai pintu untuk mengenal diri dengan lebih jernih.

Diskusi mengangkat fenomena insecurity di dunia yang “silau”.Perbandingan sosial membuat banyak orang terus bertanya, “Kapan aku bisa seperti mereka?”Namun, bahkan mereka yang terlihat sukses pun sering merasa kosong.

 

Di sinilah muncul pertanyaan mendasar: siapa sebenarnya “aku”?Identitas tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang kaku, melainkan sebagai cerita yang terbentuk dari pengalaman dan kondisi.Kesadaran ini membuka kemungkinan baru: bahwa manusia memiliki potensi untuk berubah dan berfungsi dengan cara yang lebih bermakna.

 

Di tengah acara, peserta diajak terlibat secara langsung.Mereka diminta memilih posisi yang paling mewakili pandangan mereka tentang diri dengan berpindah tempat duduk.Setelah itu, peserta berdiskusi dalam kelompok kecil untuk memahami alasan di balik pilihan masing-masing.

Beberapa kali suasana juga diarahkan pada keheningan.Ko Yudhi Gejali sebagai narasumber, mengajak peserta masuk ke sesi meditasi singkat—bukan sebagai ritual, tetapi sebagai cara kembali ke diri sendiri.

 

Dalam salah satu sesi, peserta diperkenalkan pada konsep “diet meditasi”: mengurangi stimulasi yang tidak perlu, memberi jeda dari banjir informasi, dan melatih kehadiran sadar agar lebih mengenali diri.
Meditasi tidak dipahami sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan sebagai latihan sederhana untuk melihat batin dengan lebih jernih.

 

Grand MiCon kali ini membawa serta menanamkan kesadaran bahwa cahaya sejati tidak selalu datang dari luar. Motivasi yang lahir dari insecurity cenderung melelahkan, sementara motivasi yang lahir dari welas asih memberi makna yang lebih dalam.

Peserta diajak belajar netral terhadap diri sendiri:bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu hadir dan berfungsi.


Di dunia yang terlalu terang, menemukan cahaya diri bukan berarti bersinar lebih terang dari orang lain.Kadang, itu berarti berani berhenti, hening, dan mendengar diri sendiri.

 

Karena mungkin, cahaya yang kita cari selama ini tidak pernah hilang—ia hanya tertutup oleh terlalu banyak kilau dari luar.

Konsep dan Tema dari Grand MiCon ini mengajak peserta memahami insecurity, identitas diri, dan makna cahaya batin melalui diskusi, perpindahan posisi, dan sesi meditasi. Dengan kombinasi dari konsep “diet meditasi”, peserta diajak mengurangi stimulasi luar untuk lebih mengenali diri, sehingga cahaya sejati tidak lagi dicari di luar, tetapi disadari dari dalam.

Tags :