Event

Menenun Harmoni Lintas Iman: YBA dan Alkitab Satu Menit Gelar Dialog Inklusif Guna Rekatkan Toleransi

Kamis, 11 Juni 2026

SURABAYA, 11 Juni 2026 – Young Buddhist Association (YBA) memenuhi undangan resmi untuk berpartisipasi dalam sebuah acara bincang santai lintas iman guna memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Pertemuan daring bertajuk “Mengenal Agama Buddha” ini dilangsungkan melalui platform Zoom pada Kamis, 11 Juni 2026 pukul 12.00 WIB, sebagaimana tertera pada pamflet digital. Dalam ruang diskusi yang penuh kehangatan tersebut, YBA diwakili langsung oleh Ketua Dewan Pembina mereka, Billy Lukito Joeswanto.


Inisiasi Dialog Lintas Keyakinan

Acara ini diprakarsai oleh Alkitab Satu Menit, sebuah lembaga pelayanan Kristen interdenominasi yang berbasis di Semarang, berkolaborasi dengan gerakan The Faith Motion. Diskusi ini dirancang sebagai ruang yang mendorong percakapan jujur, reflektif, serta penuh rasa hormat demi memperluas penghargaan terhadap sesama manusia di tengah perbedaan. Acara dibuka secara khidmat dengan untaian doa bersama, memohon kelancaran agar perjumpaan ini menjadi berkat dan mempererat tali persaudaraan lintas keyakinan.

Kisah Pendirian YBA dan Esensi Ajaran Buddha

Dalam sesi utama, Billy Lukito Joeswanto membagikan kisah perjalanan spiritualnya yang melatarbelakangi pendirian YBA sekitar sepuluh tahun yang lalu di Surabaya. Ia mengisahkan pengalamannya saat menyadari bahwa mengejar kesuksesan duniawi dan pengakuan ego justru kerap memicu penderitaan batin. Melalui ajaran Buddha, Billy menemukan kebijaksanaan untuk merasa cukup dan melepaskan kelekatan batin. Bersama pemuda buddhis lainnya, ia membangun komunitas YBA yang bersifat universal tanpa memandang sekat tradisi atau sekte tertentu demi merangkul persatuan umat Buddha di Indonesia yang secara populasi tergolong minoritas.

Billy juga memanfaatkan ruang dialog ini untuk meluruskan beberapa miskonsepsi teologis yang sering berkembang di masyarakat luas:

Ia menegaskan bahwa ajaran Buddha bukanlah ajaran yang pesimistis dalam memandang penderitaan (dukkha). Mengetahui adanya penderitaan dianalogikan seperti seorang dokter yang mendeteksi penyakit agar dapat merumuskan langkah penyembuhan yang tepat.

 

Billy mengklarifikasi bahwa umat Buddha tidak menyembah berhala patung. Rupang Buddha merupakan simbol solid dan pengingat moral akan nilai-nilai keluhuran, serupa dengan seseorang yang menyimpan foto orang tua atau leluhur untuk menghormati jasa mereka.

 

Mengenai tradisi di Indonesia, ia menjelaskan bahwa setelah runtuhnya era Nusantara kuno, mayoritas tradisi Buddhisme yang berkembang saat ini dipelajari kembali dari luar negeri, seperti Mahayana dan Theravada.

Rasa Hormat Terhadap Alkitab dan Figur Yesus

Ketulusan dialog lintas iman ini semakin terasa ketika Billy menyampaikan pandangannya terhadap kekristenan dengan penuh kerendahan hati. Ia menyatakan bahwa Alkitab adalah kitab suci yang sangat berharga karena berhasil menggerakkan miliaran orang untuk saling mengasihi, mengampuni, dan menaruh harapan di tengah penderitaan.

Selain itu, Billy mengungkapkan kekagumannya terhadap figur Yesus Kristus yang memiliki kasih radikal bagi kaum yang terpinggirkan, seperti penderita kusta. Kesediaan Yesus untuk mengampuni orang-orang yang menyalibkan-Nya diakui Billy sangat menyentuh batinnya. Menurut Billy, semangat ulas asih tanpa batas tersebut sangat menggemakan nilai Bodhisatwa dalam tradisi Buddha, yaitu sosok luhur yang rela menunda kebahagiaan tertingginya demi menolong makhluk lain yang sedang didera kesusahan.

 

Pesan Kolaborasi untuk Generasi Muda

Menutup perbincangan, Billy menyoroti dinamika generasi muda masa kini yang mulai bersikap sinis atau apatis terhadap agama akibat maraknya konflik sosial yang terjadi. Ia berpesan agar kaum muda tidak menilai suatu ajaran luhur dari perilaku oknum pengikutnya yang terburuk.

 

Jika kalian merindukan kehadiran agama yang lebih tulus, maka jadilah versi yang tulus itu di dalam kehidupan nyata,” tegas Billy

Ia menambahkan bahwa dunia saat ini tidak membutuhkan lebih banyak perdebatan teologis, melainkan aksi nyata dalam mempraktikkan kebaikan universal.

Aksi nyata YBA dalam merawat kebinekaan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari Coach Alkitab Satu Menit. Konsistensi YBA dalam menjaga keharmonisan umat beragama—termasuk melalui unggahan ucapan selamat resmi pada hari besar Kristen seperti Paskah dan Kenaikan Yesus di media sosial mereka—dinilai sangat menggetarkan hati. Pertemuan lintas iman yang penuh kehangatan persaudaraan ini kemudian diakhiri secara khidmat dengan doa penutup untuk kedamaian, persatuan, dan keharmonisan seluruh bangsa Indonesia.

Tags :