Event

Momen Bersejarah: Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI) Menerima Relik Darah dan Otak Sang Buddha

Selasa, 07 Juli 2026

Surabaya – 3 Juli 2026 menjadi hari yang sangat bersejarah dan penuh berkah bagi Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI). Komunitas ini melangsungkan prosesi spiritual yang sangat khidmat, yakni penerimaan Relik Suci Sang Buddha beserta para siswa utama-Nya.


Penyerahan relik suci ini dilakukan secara langsung oleh Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera dan Y.M Bhikkhu Bhadra Attadhipo kepada perwakilan YBAI. Rangkaian acara yang penuh makna ini diawali dengan persembahan dana makan pagi kepada anggota Sangha sebagai wujud bakti umat.

Rincian Relik Suci dari Waki Relic Museum Malaysia dan Sertifikat Keabsahan

 

Momen paling mendebarkan dan khidmat terjadi saat detik-detik pembukaan dan penyerahan relik. Relik tersebut kemudian diletakkan dengan penuh penghormatan di atas Altar. 

 

Bersamaan dengan penyerahan relik, YBAI juga menerima Sertifikat Keabsahan yang ditandatangani oleh Y.M. Nyanasila Thera selaku Kepala Wihara Tantular Sugata Wilwatikta “Buddhayana Center Mojokerto” pada tanggal 3 Juli 2026. Hal yang sangat istimewa dari penerimaan ini adalah asal mula dari relik tersebut. Sesuai dengan yang tertera pada sertifikat keabsahan, relik suci ini didatangkan dari Waki Relic Museum yang berada di Malaysia.

 

Waki Relic Museum sendiri dikenal sebagai tempat yang secara khusus merawat, menjaga, dan melestarikan relik-relik suci peninggalan Sang Buddha dan para Arahat. Dari museum di Malaysia tersebut, relik kemudian diserahkan kepada Buddhayana Center Mojokerto sebelum akhirnya dipercayakan kepada YBAI. Adapun relik suci yang diterima terdiri dari tujuh jenis, yaitu: 

 

Relik Darah dan Otak Buddha

Relik Y.M. Katyayana

Relik Y.M. Moggallana

Relik Y.M. Sariputta

Relik Y.M. Sivali

Relik Y.M. Bakkula

Relik 500 Arahat

 

Sertifikat tersebut memuat harapan mulia agar relik-relik ini menjadi objek untuk terus menumbuhkan keyakinan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha

Sesi Penghormatan, Meditasi, dan Dedikasi Khusus

 

Setelah relik disemayamkan di Altar, seluruh umat dan pengurus YBAI melakukan sesi penghormatan dan Puja Relik bersama-sama. Suasana spiritual semakin terasa saat acara dilanjutkan dengan sesi meditasi cinta kasih (Metta).

 

Secara khusus, pada momen ini juga dilakukan pembacaan Paritta Pattidana yang didedikasikan bagi para Bhikkhu Thudong asal Thailand yang mengalami musibah pada tanggal 2 Juli sebelumnya. Ini merupakan bentuk nyata dari simpati, solidaritas spiritual, dan praktik welas asih dari umat Buddha di Indonesia.

Penutup dan Penyerahan Rupang

 

Menjelang akhir acara, para Bhikkhu memimpin prosesi blessing (pemberkahan) Rupang Sanghadana. Umat yang hadir juga berkesempatan mendapatkan penjelasan singkat secara langsung mengenai makna, sejarah, dan nilai spiritual dari relik suci peninggalan dari Waki Relic Museum tersebut.


Sebagai wujud terima kasih dan penutup rangkaian acara yang membawa kebahagiaan ini, Ketua Umum Young Buddhist Association, Limanyono Tanto, menyerahkan cenderamata berupa Rupang kepada Y.M Bhikkhu Nyanasila Thera. Kehadiran Relik Darah dan Otak Buddha serta para Arahat ini diharapkan dapat menjadi pelita yang terus menyalakan keyakinan (Saddha) dan semangat pelestarian Dhamma di bumi Nusantara.

Tags :