24 Mei 2025 – Di tengah cepatnya arus modernisasi dan tantangan global, peran generasi muda seringkali menjadi penentu arah masa depan sebuah bangsa. Hal inilah yang menjadi inti sari dari pemaparan inspiratif Billy Lukito Joeswanto, S.Kom., dalam sebuah sesi diskusi bertajuk “Pemuda Buddhis Berkarya”. Sebagai sosok yang aktif dalam gerakan pemuda, Billy menekankan bahwa identitas sebagai seorang Buddhis harus tercermin melalui karya nyata yang bermanfaat bagi khalayak luas.
Melampaui Ritual: Agama sebagai Napas Profesionalisme , Bagi Billy, menjadi pemuda Buddhis di era digital bukan sekadar tentang menjalankan ritual di dalam Vihara. Ia menyoroti pentingnya membawa nilai-nilai Dhamma ke dalam dunia profesional. Dengan latar belakang pendidikan di bidang teknologi (S.Kom), ia membuktikan bahwa spiritualitas dan logika teknologi bisa berjalan beriringan.
“Berkarya berarti memberikan solusi. Pemuda Buddhis harus mampu menggunakan keahliannya—baik itu di bidang teknologi, ekonomi, maupun sosial—untuk menjawab tantangan zaman,” ungkapnya dalam sesi tersebut.
Teknologi sebagai Sarana Penyebaran Kebaikan Salah satu poin krusial yang dibahas adalah adaptasi teknologi. Billy mendorong generasi milenial dan Gen Z Buddhis untuk tidak gagap teknologi. Sebaliknya, media sosial dan platform digital harus dimanfaatkan sebagai alat untuk menyebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan moderasi beragama secara kreatif dan relevan.
Moderasi dan Harmoni Kebangsaan Sebagai Ketua Dewan Pembina Young Buddhist Association (YBA) Indonesia, Billy juga menggarisbawahi pentingnya peran pemuda dalam menjaga keharmonisan NKRI. Ia mengajak pemuda Buddhis untuk aktif berdialog dengan komunitas lintas iman. Menurutnya, karya terbaik seorang pemuda adalah ketika ia mampu menjadi jembatan bagi perbedaan dan menjadi pelopor kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Integritas dan Kewirausahaan Dalam aspek ekonomi dan kepemimpinan, Billy menekankan pentingnya integritas. Kewirausahaan bukan hanya soal mencari keuntungan, tetapi bagaimana membangun ekosistem yang welas asih (Karuna). Bisnis atau karya yang berkelanjutan adalah yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan memberikan dampak sosial positif.
Pesan untuk Generasi Muda Menutup pemaparannya, Billy memberikan pesan kuat agar pemuda tidak terjebak dalam zona nyaman. “Jangan takut untuk memulai. Dunia membutuhkan energi dan kreativitas kalian. Teruslah belajar, karena dengan pengetahuan yang mumpuni dan batin yang tenang, kita bisa menghasilkan karya yang abadi,” pungkasnya.
Artikel ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap langkah kecil dalam berkarya, jika dilakukan dengan niat yang benar (Samma Sankappa), akan membawa manfaat besar bagi kemanusiaan.