SURABAYA, 26 Juni 2026 – Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, perbedaan pandangan keagamaan dan budaya sering kali berujung pada perdebatan yang tajam di ruang digital. Menyikapi fenomena ini, Young Buddhist Association (YBA) Indonesia melangkah maju mengudara bersama RRI PRO 1 Surabaya 99.2 FM.
Melalui program siaran “Beranda Asta Cita: Moderasi Beragama”, YBA mengajak generasi muda merefleksikan kembali makna toleransi agar tidak sekadar menjadi komoditas konten, melainkan mewujud dalam aksi nyata merawat keindonesiaan.
Siaran interaktif yang berlangsung pada hari Jumat, 26 Juni 2026, pukul 15.00 – 16.00 WIB ini menghadirkan tiga representatif utama dari jajaran fungsionaris YBA, yaitu Limanyono Tanto (Ketua YBA), bersama David Nugraha dan Clea Alvina selaku Wakil Ketua Harian YBA. Dipandu oleh host RRI, Dini Wardani, diskusi mengalir hangat dengan tajuk yang sangat relevan bagi generasi masa kini: “Toleransi Jangan Cuma Jadi Konten: Anak Muda, Media Sosial, dan Aksi Nyata Merawat Indonesia”.
Tantangan Media Sosial dan Peran Strategis Pemuda
Media sosial hari ini telah menjadi ruang utama bagi generasi muda dalam mengekspresikan diri dan menyerap informasi. Namun, realitas digital menunjukkan tantangan yang cukup besar; perbedaan pandangan kerap dijadikan bahan polarisasi yang memecah belah, alih-alih menyatukan.
Padahal, anak muda memiliki kapasitas dan peran yang sangat besar untuk mengubah dinamika tersebut. Generasi digital ini punya kuasa penuh untuk mentransformasikan ruang siber menjadi ekosistem yang lebih sehat, teduh, damai, dan saling menghormati.
Melalui siaran ini, YBA mengajak anak muda memahami moderasi beragama sebagai sikap yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Moderasi beragama bukanlah kompromi teologis atau pendangkalan keyakinan, melainkan sebuah kedewasaan spiritual: teguh dalam keyakinan sendiri, namun tetap menghormati dan menghargai martabat serta keyakinan orang lain. Ketika toleransi diinternalisasi sebagai kesadaran kemanusiaan, maka ekspresi di media sosial tidak lagi sekadar mengejar viralitas konten, melainkan menjadi syiar kedamaian.
Vesak Festival: Manifestasi Konkret Dialog Inklusif
Komitmen YBA dalam merawat toleransi tidak berhenti pada tataran wacana atau diskusi di balik mikrofon studio radio saja. Nilai-nilai moderasi beragama ini telah dianyam secara konsisten melalui berbagai aksi nyata di lapangan, yang salah satu representasi terbesarnya adalah perhelatan Vesak Festival.
YBA telah berhasil merajut nilai toleransi dan moderasi beragama melalui Vesak Festival, yang tidak hanya menjadi perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga ruang edukasi publik, ruang kebersamaan, dan ruang dialog yang inklusif. Melalui festival tahunan berskala besar ini, masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan, suku, dan golongan dapat hadir bersama, melebur dalam kebersamaan, dan melihat secara langsung wajah Buddhisme yang damai, terbuka, inklusif, serta senantiasa memberikan manfaat nyata bagi sesama makhluk.
Sinergi untuk Indonesia yang Harmonis
Kolaborasi penyiaran bersama RRI PRO 1 Surabaya ini diharapkan mampu menyebarluaskan gaung moderasi beragama ke lapisan masyarakat yang lebih luas. YBA menegaskan bahwa merawat keindonesiaan adalah tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama oleh generasi muda lintas agama.
Dengan menyinergikan keteguhan iman masing-masing individu dan keluasan hati dalam menerima perbedaan, pemuda keagamaan di Indonesia optimis mampu menjaga api kerukunan Nusantara tetap menyala, kokoh, dan tak tergoyahkan oleh polarisasi era digital.
Detail Informasi Acara:
Program Acara:
Beranda Asta Cita (Moderasi Beragama) – RRI PRO 1 Surabaya 99.2 FM
Waktu:
Jumat, 26 Juni 2026 | Pukul 15.00 – 16.00 WIB
Narasumber:
1. Limanyono Tanto (Ketua Young Buddhist Association)
2. David Nugraha (Wakil Ketua Harian YBA)
3. Clea Alvina (Wakil Ketua Harian YBA)
Host:
Dini Wardani
Saluran Digital:
Aplikasi RRI Digital / www.rri.co.id