Category Januari

30 Jan

Manifestasi Tertinggi adalah Melepaskan

Seringkali kita terjebak dalam pemahaman bahwa manifestasi adalah tentang seberapa keras kita menekan semesta agar keinginan kita terwujud. Namun, kearifan sejati justru mengajarkan hal yang sebaliknya, di mana manifestasi tertinggi sebenarnya adalah sebuah pelepasan. Kita sering lupa bahwa untuk menerima berkah yang baru, kita perlu membuka ruang di dalam hati yang selama ini penuh sesak oleh ambisi dan kekhawatiran. Dengan membiarkan energi pasrah mengalir, kita menciptakan kedamaian batin yang memungkinkan alam semesta masuk dan bekerja dengan caranya sendiri yang ajaib.

READ MORE

28 Jan

350.000 Orang Menginap di Vihara Korea Tahun 2025

Berada di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang penuh dengan notifikasi tanpa henti sering kali membuat kita merasa asing dengan diri sendiri. Dalam kebisingan tersebut, keheningan bukan lagi sekadar situasi tanpa suara, melainkan telah menjelma menjadi sebuah barang mewah yang dirindukan banyak jiwa. Kerinduan akan ketenangan inilah yang membawa ratusan ribu orang menempuh perjalanan batin menuju kuil-kuil sunyi di Korea Selatan. Fenomena luar biasa ini tercermin dari data yang menunjukkan bahwa sekitar 350.000 orang memilih untuk menginap di vihara sepanjang tahun lalu, sebuah angka yang memecahkan rekor tertinggi sejak program ini pertama kali digulirkan pada dekade dua dekade silam.

READ MORE

27 Jan

Kenapa Kita Lebih Sulit Bahagia Sekarang?

Dunia yang kita tinggali saat ini terasa jauh lebih cepat dan padat dibandingkan masa lalu. Dulu, kita mungkin hidup dengan keterbatasan materi, namun hati terasa lapang dan mudah merasa cukup. Saat ini, paradox kehidupan modern justru menyuguhkan kita segalanya—teknologi canggih, ribuan pilihan, dan kemudahan akses—namun anehnya, kepuasan batin seolah menjadi barang langka yang semakin sulit dikejar. Kita sering kali merasa ada sesuatu yang hilang di balik gemerlapnya layar ponsel, sebuah kekosongan yang tidak bisa diisi hanya dengan menambah koleksi barang atau pencapaian materi semata.

READ MORE

26 Jan

Shakyamuni Buddha Mencapai Kesempurnaan

Pencapaian Sakyamuni Buddha menuju kesempurnaan bukanlah sebuah peristiwa ajaib yang terjadi dalam semalam, melainkan buah manis dari latihan batin yang matang dan penuh ketekunan. Dalam tradisi Buddhis, momen ini sering kali diperingati setiap tanggal 8 Desember atau hari ke-8 pada bulan ke-12 kalender lunar, sebagai pengingat bahwa kesempurnaan sejati tidak datang secara tiba-tiba. Perjalanan ini mengajarkan kita bahwa pencerahan lahir dari sebuah proses panjang yang melibatkan pencarian mendalam, kegagalan yang berulang, hingga keberanian luar biasa untuk menghadapi realitas penderitaan secara jujur.

READ MORE

24 Jan

Fang Sheng: Lebih dari Sekadar Melepas, Tentang Niat, Dampak, dan Tanggung Jawab

Fang Sheng secara harfiah berarti melepas kehidupan, namun maknanya jauh melampaui sekadar membebaskan makhluk dari sangkarnya. Praktik ini merupakan sebuah latihan kesadaran yang mendalam untuk mengingatkan kita bahwa setiap bentuk kehidupan di alam semesta ini saling terhubung satu sama lain. Melalui pemahaman ini, pelaku Fang Sheng diajak untuk melihat melampaui aksi fisik dan mulai mempertimbangkan niat, dampak nyata, serta tanggung jawab moral yang menyertainya.

READ MORE

23 Jan

Rezeki itu Tidak Selalu Soal Kerja Keras

Pernahkah Anda merasa bahwa meskipun telah mengerahkan seluruh tenaga untuk bekerja keras, hidup tetap terasa seperti beban yang berat untuk dipanggul? Banyak dari kita terjebak dalam perlombaan fisik yang melelahkan, mengejar kesuksesan material dengan anggapan bahwa itulah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Namun, perspektif Buddhis mengajak kita untuk menepi sejenak dan menyadari bahwa rezeki bukan sekadar hasil dari keringat dan otot. Lebih dari itu, rezeki adalah pancaran energi kebajikan dan kedamaian batin yang selaras. Dalam ajaran Buddha, apa yang kita terima dalam hidup merupakan bagian dari vipāka, yakni buah dari niat, pikiran, dan vibrasi yang kita pancarkan ke semesta setiap harinya.

READ MORE

22 Jan

Saat Rezeki Seret, Panggil Kebijakan Seperti Sivali

Dalam menjalani hidup, sering kali kita merasa "rezeki sedang seret" atau penghidupan terasa sangat sulit. Banyak orang beranggapan bahwa kesuksesan hanya bergantung pada kerja keras duniawi semata. Namun, melalui kisah inspiratif Sīvali Thera, kita diajak untuk melihat sisi lain dari keberlimpahan: kekuatan pāramī (perfection) dan kebajikan batin.

READ MORE

21 Jan

Cara Terbaik Membalas Orang yang Menyakitimu Menurut Dhamma

Dalam perjalanan hidup, kita sering kali bertemu dengan orang-orang yang menyakiti atau berperilaku buruk kepada kita. Alih-alih membalas dengan kemarahan, ajaran Dhamma menawarkan pendekatan yang lebih mendalam dan membebaskan. Cara terbaik untuk "membalas" bukanlah dengan menyerang balik, melainkan dengan membuat mereka tidak lagi relevan dalam hidup Anda.

READ MORE

20 Jan

Siwa di Wihara: Pencipta Alam Semesta Atau Dewa Mulia yang Dihormati ?

Pernahkah Anda melihat arca Siwa di kawasan candi Buddhis, atau dalam relief dan lukisan kuno? Banyak orang kemudian bertanya: Apakah Buddhisme mencampur keyakinan? Pertanyaan ini wajar, mengingat kehadiran simbol-simbol yang tampak berasal dari tradisi berbeda dalam satu kompleks keagamaan. Namun, di sini penting untuk membedakan dua hal yang sangat mendasar: menghormati dan berlindung. Perbedaan ini adalah kunci untuk memahami bagaimana Buddhisme, khususnya tradisi Mahayana, memandang sosok-sosok seperti Siwa—bukan sebagai pencampuran keyakinan yang sembarangan, melainkan sebagai pemahaman yang jernih tentang posisi dan peran berbagai makhluk dalam kosmologi spiritual.

READ MORE

20 Jan

Membawa Buddha yang Hilang ke Jalanan New York: Sebuah Monumen Ingatan, Penyembuhan & Perdamaian

Di High Line Park, Manhattan, New York, sebuah karya seni publik monumental akan hadir pada musim semi 2026. Karya ini berjudul "The Light That Shines Through the Universe" (Cahaya yang Menyinari Seluruh Alam), diciptakan oleh seniman multidisipliner Tuan Andrew Nguyen. Lahir di Vietnam dan tumbuh di Amerika Serikat, Nguyen meraih gelar MFA dari California Institute of the Arts (CalArts). Karyanya sering mengeksplorasi tema-tema perang, trauma, ingatan, dan pemulihan—menjadikan instalasi ini lebih dari sekadar patung, melainkan sebuah monumen ingatan tentang kehidupan, trauma, dan budaya yang mencoba bertahan di tengah kehancuran.

READ MORE