Category Januari

20 Jan

Mahkota Borobudur: Iman atau Ilmu Pengetahuan? Mengapa YBA Memilih Keduanya?

Hari ini, Young Buddhist Association (YBA) hadir dalam Rapat Tindak Lanjut Pemasangan Chattra Adaptasi di Kementerian Agama Republik Indonesia dan menyampaikan pernyataan sikap resmi melalui surat Nomor: 1/28/C/YBA/I/2026. YBA menyatakan dukungan pada Tahap 1 penyusunan dokumen perencanaan Chattra, namun dengan syarat yang ketat.

READ MORE

20 Jan

Misteri Akun “Kota Mati”: Mengapa Mereka yang Jarang Posting Justru Lebih Bahagia?

Di era digital saat ini, kita sering kali memberikan label negatif kepada mereka yang jarang memperbarui status atau mengunggah foto di media sosial. Banyak yang mengira bahwa pemilik akun yang "diam" ini adalah orang yang tidak percaya diri (insecure) atau memiliki kepribadian introvert yang akut.

READ MORE

19 Jan

AI Memprediksi Masa Depan Chattra Borobudur

Pemasangan kembali Chattra (payung suci) di puncak Candi Borobudur kini memasuki babak baru dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Young Buddhist Association (YBA) Indonesia menggunakan model AI Claude.ai Opus 4.5 untuk mensimulasikan hasil keputusan dan memetakan risiko serta peluang terkait proyek ini. Langkah ini diambil bukan untuk mengambil keputusan, melainkan untuk memastikan proses yang rasional, terukur, dan bertanggung jawab secara global.

READ MORE

12 Jan

WE ARE YOUNG: Merayakan 10 Tahun Perjalanan dan 100 Harapan Kebahagiaan

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, apakah wajar jika seorang Muslim atau Kristen tetap mempercayai bahwa setiap perbuatan pasti memiliki akibat? Bagi banyak orang, konsep ini terasa sangat masuk akal karena pada dasarnya banyak orang beriman tetap percaya bahwa setiap perbuatan memiliki dampak nyata. Fenomena ini menunjukkan bahwa keyakinan terhadap sebab-akibat adalah sesuatu yang melintasi batas-batas agama dan terasa sangat logis bagi kemanusiaan kita.

READ MORE

8 Jan

Muslim, Kristen, tapi Percaya Karma? Kamu Tidak Sendirian.

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya, apakah wajar jika seorang Muslim atau Kristen tetap mempercayai bahwa setiap perbuatan pasti memiliki akibat? Bagi banyak orang, konsep ini terasa sangat masuk akal karena pada dasarnya banyak orang beriman tetap percaya bahwa setiap perbuatan memiliki dampak nyata. Fenomena ini menunjukkan bahwa keyakinan terhadap sebab-akibat adalah sesuatu yang melintasi batas-batas agama dan terasa sangat logis bagi kemanusiaan kita.

READ MORE

8 Jan

Makna yang Perlu Kamu Resapi

Ini bukan sekadar perayaan. Ini tombol reset batin. Amitabha berarti Cahaya Tanpa Batas. Latih pikiran jernih saat hidup penuh noise.

READ MORE

4 Jan

Kenapa Buddhisme Tidak Memaksa Orang Pindah Agama

Karena kebenaran tidak butuh paksaan. Banyak orang mengenal agama sebagai identitas yang harus dipertahankan, bahkan diperjuangkan. Tapi muncul pertanyaan mendasar: apakah kebijaksanaan lahir dari tekanan ?

READ MORE

3 Jan

Buddhisme dan Toleransi, Bukan Slogan

Ia harus terasa di hidup sehari-hari.Toleransi sering terdengar indah saat jadi spanduk dan pidato. Tapi diuji justru ketika kita berbeda, tidak sepakat, atau merasa terancam.

READ MORE

2 Jan

Ketika Awareness Lahir dari Kesedihan

Belajar Berempati Tanpa Kehilangan Diri Sendiri Empati tidak selalu indah. Kadang ia berat.

READ MORE

1 Jan

Selamat Hari Metta Cinta Kasih yang Hidup dalam Tindakan Nyata

Metta bukan sekadar doa. Metta adalah aksi sadar untuk mengurangi penderitaan. Hari Metta lahir bukan dari slogan, tetapi dari pelayanan sosial nyata.

READ MORE