31 Jul
Benarkah hanya satu dari tujuh bagian jasa kebajikan yang dilimpahkan dapat sampai kepada mereka yang telah pergi? Ajaran tentang Ullambana justru mengingatkan kita untuk tidak menunggu: berbuat baik selagi masih sehat dan kuat. Pelimpahan jasa bukan sekadar ritual untuk mereka yang telah meninggal, tetapi juga jalan bagi yang hidup untuk menumbuhkan kebajikan, cinta, dan kepedulian.
READ MORE31 Jul
Jika diri tidak nyata, mengapa harus menjadi orang baik? Renungkan konsep tanpa-aku dalam Buddhisme, sebab-akibat, tanggung jawab, dan bagaimana memahami penderitaan tanpa mencari siapa yang harus disalahkan.
READ MORE30 Jul
Kisah Y.M. Huicheng, seorang biarawati Buddhis yang dikenal sederhana dan tekun, serta kisah relik kristal setelah kremasi yang mengajarkan bahwa kita tak dapat menilai praktik spiritual seseorang dari penampilan.
READ MORE30 Jul
Chao Du (超度) bukan ritual pengusiran, melainkan praktik melimpahkan kebajikan kepada mereka yang memiliki ikatan karma dengan kita, termasuk yang pernah melukai maupun kita lukai. Pelajari makna 冤親債主 dan pesan Dharma tentang melepaskan kebencian.
READ MORE29 Jul
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE29 Jul
Pendidikan sejati sering kali disalahpahami sebagai proses menimbun jawaban, padahal ia bermula di titik yang jauh lebih sederhana namun menantang, yaitu keberanian untuk bertanya. Selama bertahun-tahun menghabiskan waktu di bangku sekolah, kita cenderung dijejali dengan berbagai rumus, tanggal sejarah, dan nama-nama penting yang memang memiliki tempatnya tersendiri dalam perkembangan intelektual. Namun, ada satu keterampilan mendasar yang terkadang terabaikan dalam sistem formal kita, yakni kemampuan untuk bertanya demi sebuah pemahaman yang mendalam. Ada perbedaan mendasar antara guru yang sekadar memberikan jawaban dan guru yang mampu menumbuhkan kemampuan bertanya dalam diri muridnya, karena di sanalah proses belajar yang sesungguhnya mulai bernapas.
READ MORE28 Jul
Apakah vegetarian wajib dalam Buddhisme? Vinaya mencatat Devadatta pernah mengusulkan larangan makan daging sebagai aturan wajib bagi seluruh Saṅgha, tetapi Buddha menolaknya. Di sisi lain, tradisi Mahāyāna mengajarkan vegetarianisme sebagai latihan welas asih terhadap semua makhluk. Lalu, apa yang sebenarnya tumbuh di hati kita: welas asih atau rasa lebih suci? Sebuah refleksi Dhamma menjelang Cap Go.
READ MORE28 Jul
Untuk pertama kalinya, Sutra Kṣitigarbha akan dibacakan utuh dalam Bahasa Indonesia—bukan ringkasan, melainkan lengkap 13 bab sesuai pembagian klasik: Bagian Atas, Tengah, dan Akhir. Di dalamnya, Buddha menyebutkan 28 manfaat bagi mereka yang mendengar, membaca, dan melafalkan sutra, termasuk manfaat ke-23: “leluhur yang telah mendahului terbebas dari penderitaan.” Sebuah pembacaan yang mengajak kita bukan hanya melafalkan, tetapi memahami dan mengamalkan Dharma, ditutup dengan Pelimpahan Jasa serta pembacaan nama-nama leluhur dalam rangkaian Ullambana.
READ MORE27 Jul
Apakah pattidāna hanya bisa dilakukan pada hari tertentu? Tidak. Dalam ajaran Buddha, kebajikan dapat dilimpahkan setiap hari melalui dana, sila, meditasi, atau menolong sesama. Lalu, mengapa Ullambana dikaitkan dengan hari ke-15 bulan ke-7? Pahami hubungan pattidāna, anumodanā, Sangha sebagai ladang jasa, dan makna Ullambana dalam tradisi Buddhis.
READ MORE26 Jul
Mengenal sosok Yang Mulia Bhiksu Bhadra Pala Mahasthavira atau Suhu Xian Bing, perjalanan hidup dan pendidikannya, hingga berdirinya Vihara Mudita Center. Dari filosofi kura-kura, pengabdian kepada umat, hingga kedekatannya dengan generasi muda, kisahnya menjadi teladan tentang kesabaran, kerendahan hati, dan melangkah perlahan tetapi pasti.
READ MORE