Mengapa Banyak Orang Beralih Ke Kolom “Kepercayaan Terhadap Tuhan YME”?

Rabu, 23 Juli 2025

Mengapa Banyak Orang Beralih Ke Kolom “Kepercayaan Terhadap Tuhan YME”?

Selama puluhan tahun, Indonesia hanya mengakui enam agama resmi. Akibatnya, penghayat kepercayaan lokal seperti Sunda Wiwitan, Marapu, atau Kejawen harus memilih agama formal agar bisa mendapatkan KTP, menikah, sekolah, dan bekerja. Ini menimbulkan ketegangan identitas karena mereka tak bisa jujur pada keyakinannya sendiri.

 

Putusan Mahkamah Konstitusi No. 97/PUU-XIV/2016 mengubah itu. MK menyatakan bahwa penghayat kepercayaan berhak diakui secara resmi dalam e-KTP.

 

Banyak yang beralih ke kolom “Kepercayaan terhadap Tuhan YME” karena ingin keluar dari dogma yang dianggap mengekang, mengalami luka sosial karena agama formal, atau ingin kembali ke akar spiritual leluhur yang lebih inklusif. Mereka mencari ruang iman yang lebih fleksibel, pribadi, dan selaras dengan budaya lokal.

 

Langkah ini membawa harapan: pengakuan hukum yang setara, hak menikah dan bersekolah tanpa berpura-pura, serta hidup spiritual tanpa rasa takut.

 

Ajaran Buddha mendukung jalan spiritual yang otentik. Dalam Kalama Sutta, Buddha menekankan pentingnya memahami ajaran lewat pengalaman langsung, bukan sekadar warisan atau otoritas. Karena itu, ajaran Buddha menghargai bentuk kepercayaan lokal yang membawa welas asih dan kebijaksanaan.

 

Pada akhirnya, pengakuan terhadap keragaman iman bukanlah ancaman, tapi bukti kedewasaan spiritual dan kemanusiaan.

Mengapa Banyak Orang Beralih Ke Kolom “Kepercayaan Terhadap Tuhan YME”?
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *