Surabaya, 10 Mei 2025 – Hari keempat Vesak Festival 2025 ditandai dengan sebuah momen spiritual penuh makna yang mengangkat nilai kebersamaan, penghormatan, dan kebajikan. Hari keempat Vesak Festival 2025 secara khusus didedikasikan sebagai Hari Sanghadana. Sepanjang hari, umat Buddha dan masyarakat umum dimanjakan dengan berbagai acara spiritual dan pertunjukan seni yang berpuncak pada prosesi Sanghadana Agung di malam hari.
Pagi Hari: Pindapatta dan Puja Relik
Acara dimulai pada pukul 10.00 pagi dengan Pindapata, yaitu tradisi pengumpulan dana makanan oleh 5 samanera dan 5 atthasilani. Momen ini menjadi simbol hubungan saling mendukung antara umat dan Sangha.
Menjelang siang, para peserta menyaksikan persembahan musik dari Sekolah Minggu Buddhis Mojokerto, yang dilanjutkan dengan momen sakral Puja Relik Theravada oleh Samanera. Ritual penghormatan terhadap relik ini menjadi momen hening yang menyentuh hati, membawa suasana spiritual yang mendalam. Dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni, seperti: Tarian dari Sanggar Lotus, Penampilan Vokal dari Clairine & Metta, serta Devi & Friends.
Deretan pertunjukan ini mencerminkan semangat inklusif dan budaya yang hidup dalam ajaran Buddha—bahwa seni dan spiritualitas dapat berjalan berdampingan memperkuat cinta kasih universal.
Puncak Sanghadana
Tepat pukul 18.00, digelar acara utama: Sanghadana Agung. Dalam prosesi ini, umat memberikan persembahan kepada Sangha sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan suci mereka. Sanghadana menjadi simbol praktik dana parami yang tertinggi dalam ajaran Buddha, mengajak umat untuk berbagi tanpa pamrih. Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan penampilan spektakuler Barongsai oleh Ksatria Lion & Dragon sebagai simbol penjemputan Sangha. Aura semarak dan khusyuk menyatu saat para tamu VIP mulai memasuki venue, disusul oleh kedatangan para Bhikkhu (Sangha) yang disambut dengan penuh hormat.
Makna dan Pesan Damai dari Para Pemimpin
Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bhante memberikan penjelasan mendalam tentang makna Sanghadana – sebagai bentuk tertinggi dari dana (pemberian) dalam Buddhisme. Kata sambutan juga disampaikan oleh Pembimas Agama Buddha Jawa Timur, Bapak Ketut Panji Budiawan S.H., S.Ag. yang menekankan pentingnya semangat kebersamaan lintas umat dan kontribusi spiritual terhadap keharmonisan masyarakat.
Tarian Persembahan dan Prosesi Suci
Penampilan Tari Persembahan Agung oleh sanggar Wijaya Kusuma menjadi penghantar menuju prosesi Amisa Puja, yaitu penghormatan simbolik kepada Sangha dengan penyalaan lilin panca warna, serta penyerahan persembahan berupa dupa, bunga air dan buah. Momen ini menciptakan suasana yang sakral, penuh penghormatan dan ketulusan.
Puncak Acara: Sanghadana Agung
Memasuki puncak acara, umat Buddha bersama para tamu VIP memberikan persembahan Sanghadana. Ritual ini diawali dengan pembacaan Sanghadana Gatha, dilanjutkan dengan penyerahan simbolis oleh tokoh-tokoh terhormat kemudian disusul oleh umat secara umum. Doa pelimpahan jasa pun dipanjatkan, mengalirkan energi kebajikan bagi semua makhluk.
Penutup yang Penuh Haru dan Syukur
Acara ditutup dengan pemercikan Tirta Paritta, simbol pembersihan batin, serta kesan dan pesan dari anggota Sangha. Ketua Panitia Vesak Festival 2025, Herman Pranata, menyampaikan laporan serta rasa terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung. Pemberian plakat kepada tamu VIP menjadi bentuk penghargaan simbolik sebelum para Bhikkhu dan tamu VIP meninggalkan lokasi acara.
Leave a Reply