Event

Kasih Sayang, Kehangatan dan Kebersamaan

Senin, 12 Mei 2025

Hari ibu internasional yang ditetapkan pada tanggal 11 Mei, merupakan sumber tema yang diangkat pada acara Vesak Fesitival 2025 (VF 2025). Pembukaan acara dengan Puja Relik Mahayana yang dipimpin oleh Candi Karaton Dharma (CKD) dimulai dengan keheningan dan penyatuan hati antar umat sebagai bentuk penghormatan dan persembahan kepada relik, yaitu sisa-sisa jasmani atau barang-barang yang terkait dengan orang suci seperti Buddha atau biksu terkemuka.

 

Dilanjutkan dengan gelar wicara atau sering disebut talkshow. Gelar wicara kali ini mengangkat tema ‘Mendesain Ladang Subur untuk anak Siap Masa Depan’, dengan menghadirkan seorang tokoh motivator berpengalaman dibidang parenting dan anak, Lilin Imam, yang merupakan Co-creator thehyouman dan seorang moderator yang berlatar belakang coach & councelor yang tak kalah juga memiliki banyak pengalaman dibidang anak Remaja dan Orangg tua, Maggie Seng.

Tema yang dipilih ini terpintas seperti melatih anak agar memiliki masa depannya lebih baik, tetapi individu orang tua juga perlu memiliki masa depan yang sama lebih baik. Alasannya karena tanah subur yang dimaksud Lilin, dibangun tidak hanya untuk anak melainkan pada masing-masing individu dalam sebuah keluarga yang dibentuk bersama untuk mendapatkan ladang subur yang diingini masing-masing keluarga dengan menumbuhkan Awareness yang disesuaikan dengan keadaan yang ada.

 

Selanjutnya ada penampilan panggung yang dilakukan muda mudi, acara panggung yang dipentaskan oleh beberapa umat vihara. Terdapat Vihara Dhammadipa Surabaya, Budha Dharma Centre, Vihara Budhayanna Royal, Soka Gakkai Indonesia, Vihara Budhayana Surabaya, Vihara Maitreya, Vihara Eka Dharma Loka, dan ada perkumpulan Budha Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia. Kekompakan pada masing-masing umat Vihara tercurahkan pada hasil penampilan mereka yang kompak, harmonis, dan menarik penonton keluarga Vihara maupun non umat Vihara.

Penampilan yang dapat membuat para penonton ikut berpartisipasi menari diakhir pementasan dengan lagu yang ceria, ialah Vihara Budhayanna Surabaya. Pementasan yang menceritakan terbentuk alam dan makhluk hidup dengan peragaan dari muda mudi yang menggunakan beragam kostum hewan dan pepohonan, lalu disambut dengan live singing dari beberapa pserta berbakat.

Selanjutnya penampilan dari Vihara Maitreya, pada acara VF 2025 ini mengahadirkan 120 peserta untuk tampil diatas panggung, tidak hanya muda mudi orang dewasa pun juga ikut tampil. Selama acara dihadirkan MC berbakat untuk menyajikan alur penampilan yang dibagi beberapa sesi, dengan penampilan seni dari jaman ke jaman. Diawali dengan pementasan angklung oleh muda mudi, lalu senam alam oleh para ibu-ibu umat Vihara, dan nyanyian dengan tebar ‘bahagia’ sebagai semboyan yang selalu diucapkan hampir tiap pementasan umat Vihara Maitreya.

 

Tak kalah menariknya pada penampilan dari umat Vihara Budha Kirti yang menyajikan drama musikal dengan tarian sebagai pembuka acara, lanjut drama yang dipentaskan oleh muda mudi sebagai cerita mengenai kehidupan seorang pahlawan perempuan China, Mulan. Dilanjutkan beberapa nyanyian oleh balita.

Penampilan terakhir yang ditutup dengan semangat hidup yang memulai hari bagi para individu dalam menghadapi masalah hidup masing-masing yang diiringi kehangatan, kebahagiaan, dan kebersamaan yang dinyanyikan oleh muda mudi Vihara Eka Dharma Loka, yakni Laskar Pelangi. Tergolong lagu lama yang masih hangat ini, menarik perhatian dengan diiringi musik gitar kecil atau ukulele, menarik banyak penonton dengan merasakan haluan nada lagu dimana beberapa penonton juga ikut menyanyi bersama.

Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *