Event

Masuk Rekor MURI, Rupang Buddha Melayang Terbesar se-Indonesia Semarakkan Vesak Festival di Surabaya

Sabtu, 10 Mei 2025

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Vesak Festival 2025 di Surabaya sukses mencatatkan rekor melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

 

Ini setelah sebuah Rupang Buddha Melayang berhasil didirikan dan mencatatkan rekor sebagai Rupang Buddha Melayang Terbesar Se-Indonesia.

 

Berdiri di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya sejak Rabu, (7/5/2025), diorama Rupang Buddha Melayang memiliki tinggi 8.34 meter. Merupakan karya seniman Bali, Rupang ini menggambarkan Sang Buddha bersama ibunda-Nya, Ratu Mahāmāyā.

 

Ini menjadi simbol welas asih yang mendalam. Rupang Buddha itu dibuat melayang yang memiliki arti Buddha sudah terbebas dari segala bentuk kondisi duniawi, hukum gravitasi, dan dari segala kondisi.

 

“Di situ juga digambarkan Sang Buddha menyerahkan Bunga Teratai kepada ibundanya sebagai simbol dari kesucian atau pencerahan,” kata Ketua Panitia Vesak Festival 2025 Herman Pranata di sela-sela acara, Kamis (8/5/2025).

 

Keberadaan diorama tersebut bukan hanya menjadi daya tarik visual, namun juga membawa pesan spiritual kuat. Ini sejalan dengan tema Vesak Festival tahun ini, yaitu “Light of Compassion: Guiding the Next Generation”.

 

Vesak Festival merupakan perayaan Waisak tahunan yang diorganisir oleh Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI). Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 30 komunitas mahasiswa Buddhis dari berbagai universitas di Indonesia.

 

Sejak pertama kali digelar, festival ini konsisten menjadi wadah inklusif untuk memperkenalkan nilai-nilai universal Buddhis seperti kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian kepada masyarakat luas. “Tahun ini sangat spesial karena menandai 10 tahun perjalanan Vesak Festival,” katanya.

 

“Bertema welas asih untuk membimbing generasi berikutnya, kami ingin memberikan makna yang lebih dalam di tengah tantangan zaman seperti krisis lingkungan dan kesehatan mental,” lanjutnya.

 

Selama Vesak Festival di Surabaya yang berlangsung sejak 7-12 Mei, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Di antaranya wayang potehi, barongsai, tari sawung, pertunjukan kecapi, hingga penampilan dari sekolah minggu dan vihara di Surabaya dan Jakarta.

 

Tidak hanya itu, Vesak Festival 2025 juga menghadirkan workshop interaktif seperti meditasi bersama Bhikkhu Karunasilo dan Y.M. Bhikkhu Nyanasila Thera, kaligrafi Cina bersama Nerissa Arviana, serta workshop basuh kaki orang tua yang sarat makna penghormatan.

 

Rangkaian ritual Buddhis juga turut digelar, seperti Pindapata (prosesi dana makanan untuk para Bhikkhu), puja relik 17 peninggalan Buddha dan murid-murid-Nya, serta Sanghadana yang dihadiri lebih dari 48 Bhikkhu dari empat sangha besar di Asia Tenggara: STI, SMI, SAGIN, dan STT. Puncak perayaan Waisak tahun ini akan berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025 pukul 23.55.29 WIB.

 

Dalam semangat welas asih lintas batas, panitia juga mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penggalangan dana. Setelah terkumpul, penggalangan dana akan digunakan untuk membantu pemulihan gedung vihara dan sekolah tinggi Buddha di Myanmar yang terdampak gempa besar pada Maret lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *