Herman menjelaskan bahwa posisi Buddha yang melayang mencerminkan makna pembebasan dari duniawi. Festival tahun ini mengangkat tema “Light of Compassion: Guiding the Next Generation” dan merupakan penanda satu dekade penyelenggaraan Vesak Festival di Surabaya.
“Kegiatan berlangsung selama lima hari dan menghadirkan pertunjukan budaya, lokakarya, serta ritual keagamaan,” katanya. Lebih dari 30 komunitas mahasiswa Buddhis dari berbagai universitas di Indonesia turut ambil bagian dalam acara yang diselenggarakan oleh Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI).
“Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup Pindapata, puja relik, dan Sanghadana yang diikuti oleh 48 Bhikkhu dari empat sangha besar di Asia Tenggara,” katanya. Puncak perayaan Waisak dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2025 pukul 23.55.29 WIB.
Sebagai bentuk kepedulian, YBAI juga menggalang dana melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pemulihan vihara dan sekolah Buddhis di Myanmar yang terdampak gempa pada Maret lalu. Penyaluran bantuan akan difasilitasi oleh International Buddhist Education Center (IBEC).
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI Supriyadi menyampaikan apresiasi atas konsistensi YBAI dalam menyelenggarakan festival bernuansa keagamaan di ruang publik. “Harapan kami, semua pihak mendapatkan berkah dari kegiatan ini,” ujarnya.
Setelah diselenggarakan di Surabaya, Vesak Festival 2025 dijadwalkan berlangsung di Mal Taman Anggrek Jakarta pada 15–18 Mei 2025.
Leave a Reply