Event

Vesak Festival Surabaya 2025 digelar di Tunjungan Plaza 3, Galang Donasi Ratusan Juta Rupiah untuk Bhikkhu Korban Gempa Myanmar

Jumat, 23 Mei 2025

JawaPos.com – Selain menyuguhkan Rupang Buddha raksasa melayang di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya, Young Buddhist Association of Indonesia (YBAI) juga menggelar Sanghadana Waisak Terbesar di satu dekade Vesak Festival 2025.

 

Sanghadana merupakan persembahan umat kepada Bhikkhu Sangha dalam bentuk jubah dan kebutuhan hidup lainnya. Dana yang berhasil digalang dalam acara ini mencapai ratusan juta rupiah.

 

“Ini dukungan simbolis terhadap kehidupan Sangha yang kita kenal sebagai Bhikkhu atau Biksu. Donasi yang terkumpul sementara sebesar Rp 708.748.999,” tutur Ketua Vesak Festival 2025, Herman Pranata, Selasa (13/5).

 

Herman menyebut nominal diperkirakan akan terus bertambah, mengingat setelah digelar di Surabaya, 7-12 Mei 2025, Vesak Festival 2025 akan hadir di Atrium Mal Taman Anggrek Jakarta pada 15-18 Mei 2025.

 

“Di Vesak Festival Surabaya, Sanghadana dihadiri oleh 15 Bhikkhu Sangha dari berbagai aliran Buddhis dan ratusan umat yang hadir langsung di lokasi. Ini kesempatan yang sangat baik untuk menanam kebajikan,” lanjutnya.

 

Sanghadana Waisak Vesak Festival di Surabaya diawali dengan penjemputan Bhikkhu Sangha oleh barongsai, Amisa Puja, pembacaan puja, dan penyerahan jubah secara simbolis umat Buddha yang hadir.

 

Acara kemudian ditutup dengan pemercikan air paritta dan doa pelimpahan jasa. “Sanghadana ini bukan sekadar pemberian, tetapi sebuah jembatan welas asih antar generasi dan antar bangsa,” terang Herman.

 

Herman menuturkan bahwa pada 28 Maret 2025, gempa magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah di Myanmar. Termasuk pusat penyuluhan Buddhis mengalami rusak parah akibat bencana alam ini.

 

“Yang membuat Sanghadana tahun ini terasa lebih spesial dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah adanya dukungan khusus untuk komunitas Sangha yang terdampak gempa bumi di Myanmar,” jelas Herman.

 

Melalui Sanghadana, umat Buddha Indonesia memberikan dukungan spiritual dan materiil kepada para Bhikkhu yang terdampak gempa di Myanmar, sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas lintas negara.

 

“Jika donatur bisa hadir langsung, mereka akan menyerahkan jubah secara langsung. Namun jika tidak, penyerahan bisa diwakilkan panitia, karena yang terpenting adalah niat tulus untuk mendukung kehidupan para Bhikkhu,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *