Event

YBA Gelar Mindful Connect, Gerakan Menjaga Kesehatan Mental lewat Seni Suara

Selasa, 31 Maret 2026

RRI.CO.ID, Surabaya – Anak muda mulai mencari cara baru untuk mengatasi stres di tengah tekanan hidup yang kian kompleks. Tidak lagi terbatas pada meditasi konvensional, pendekatan berbasis aktivitas sehari-hari kini mulai diminati.

 

Fenomena ini terlihat dalam sejumlah kegiatan komunitas di Surabaya yang menggabungkan praktik mindfulness dengan aktivitas kreatif. Salah satunya melalui pendekatan seni suara yang dinilai lebih mudah diakses generasi muda.

 

Kegiatan ini digagas oleh komunitas Young Buddhist Association (YBA) sebagai upaya menghadirkan pendekatan yang lebih relevan bagi generasi muda. Metode yang digunakan disebut tetap mengacu pada nilai dasar, namun dikemas lebih adaptif.

 

Dalam forum yang digelar Sabtu 27 Maret 2026 ini, puluhan peserta diajak memahami teknik pernapasan diafragma hingga humming yang biasa digunakan dalam latihan vokal. Metode ini kemudian dikaitkan dengan kesadaran penuh atau mindfulness.

 

Pendekatan tersebut dinilai relevan karena tidak mengharuskan seseorang berhenti total dari aktivitasnya. Sebaliknya, kesadaran justru dibangun dari kegiatan sederhana seperti bernyanyi atau melafalkan kata dengan penuh makna.

 

Ketua Acara Grand Mindful Connect 5, Chesilia Pangestu, mengatakan tantangan terbesar YBA adalah menjaga relevansi spiritualitas bagi generasi muda. Menurutnya, pendekatan harus segar tanpa mengubah esensi ajaran Buddha.

 

“Tujuan kami adalah memberikan point of view baru untuk mengenalkan metode meditasi dengan cara unik, namun tetap tanpa mengubah atau memodernisasi esensi dari ajaran Buddha itu sendiri,” jelas Chesilia.

 

Ia menambahkan YBA terus melakukan riset untuk menemukan metode pendekatan paling sesuai dengan kebutuhan zaman. “Inilah tantangan yang dijawab YBA, kami terus mencari cara agar spiritualitas bisa dipraktikkan di tengah kesibukan sehari-hari,” ujarnya.

 

Dalam sesi inti, konten kreator Elmand mengajarkan teknik pernapasan diafragma dan humming layaknya latihan penyanyi profesional. Ia menekankan bahwa kesadaran penuh dapat dibangun melalui aktivitas sederhana seperti bernyanyi atau melafalkan doa.

 

“Saat kita melafalkan doa atau bernyanyi dengan memaknai artinya secara sadar penuh, kualitas suaranya akan berubah total menjadi jauh lebih baik dan menenangkan,” ujar Elmand.

 

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali merasakan praktik mindfulness melalui pendekatan seni suara.

 

“Awalnya saya pikir meditasi itu hanya duduk diam, tapi melalui Kak Elmand saya sadar aktivitas sehari-hari pun bisa menjadi sarana melepas stres,” ungkap salah satu peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *