Biksu Tapi Punya Anak?

July 16, 2025

Biksu Tapi Punya Anak?

Banyak yang mengira biksu harus hidup selibat, tapi di Jepang ada pengecualian unik: biksu yang boleh menikah dan punya keturunan. Ini menantang pandangan umum tentang disiplin spiritual dan menunjukkan adaptasi ajaran Buddha di Jepang.

 

Tradisi biksu menikah di Jepang, atau nikushoku-sô sudah ada sejak lama dan menguat setelah Dekrit Meiji di abad ke-19. Dekrit ini mencabut larangan pernikahan bagi biksu, mengintegrasikan mereka lebih jauh ke masyarakat dan menjadi norma di beberapa aliran.

 

Tidak semua mazhab memperbolehkannya. Dua sekte utama yang dikenal dengan tradisi ini adalah Jodo Shinshu dan Nichiren-shu. Shinran, pendiri Jodo Shinshu, bahkan menikah dan punya keluarga, percaya pencerahan tak harus lewat penolakan total duniawi.

 

Karena boleh menikah, biksu di Jepang juga boleh punya keturunan. Seringkali, kuil diwariskan turun-temurun dalam satu keluarga biksu. Kuil menjadi rumah keluarga, tempat biksu dan keluarganya tinggal serta mengelola.

 

Meski berkeluarga, disiplin mereka tetap ada, hanya diinterpretasikan berbeda. Mereka tetap menjalani ritual, belajar sutra, dan melayani umat. Namun, mereka juga bekerja untuk menghidupi keluarga dan kuil, bahkan kadang punya profesi lain.

 

Tradisi ini punya tantangan seperti potensi komersialisasi, tapi para biksu menikah terus beradaptasi. Mereka membuktikan bahwa spiritualitas bisa menyatu dengan kehidupan berkeluarga dan sosial, menunjukkan fleksibilitas ajaran Buddha dalam budaya berbeda.

Biksu Tapi Punya Anak?
Tags :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRANSLATE