Kamu boleh lelah. Boleh menangis. Boleh runtuh hari ini. Itu bukan dosa. Itu kemanusiaan.
It’s okay to be tired. To cry. To fall apart. That’s being human.
你可以累, 可以哭, 可以崩溃。
这很正常, 人之常情。
Ajaran Buddha tentang Kesedihan
Buddha tidak menyuruhmu ‘kuat terus’. Beliau menyuruhmu ‘sadar terus’. Sadar saat sedih. Sadar saat kecewa. Sadar bahwa semua ini akan berlalu.
The Buddha never asked you to be strong only to stay aware.
佛陀并没有要求你一直坚强,
只是让你保持觉知。
Dukkha Bukan Musuh
Dukkha : penderitaan. Tapi bukan untuk dibenci. Itu tanda bahwa batinmu sedang belajar mengenali keinginan, kehilangan, dan melepaskan.
Dukkha is not your enemy. It is a teacher of letting go.
苦并不是你的敌人,
它是教你放下的老师。
Hancur Bukan Akhir
Dalam Vinaya, bahkan para bhikkhu pun pernah gagal. Pernah jatuh. Tapi setiap kejatuhan, adalah pelajaran untuk kembali ke jalan Dharma.
Falling is natural. What matters is returning to the Dharma.
跌倒很正常, 重要的是回到正法之道。
Upekkhā: Bangkit dengan Tenang
Kekuatan batin bukan berarti gak pernah menangis. Tapi tetap bisa berdiri dengan welas asih, bukan dendam. Dengan sadar, bukan panik. Itu namanya: Upekkhā.
Inner strength isn’t the absence of tears it’s rising with awareness.
内在的力量不是没有眼泪,
而是带着觉知重新站起。
Kalau kamu sedang jatuh, jangan paksa cepat sembuh. Tapi sadari luka itu, dan berjanji pada dirimu: ‘Aku akan bangkit dengan lebih lembut dan lebih bijak.’
Don’t rush your healing. Notice your wounds, then rise wiser.
别急着痊愈。先觉察伤口,
然后以更智慧的心站起来。
Leave a Reply