Ia harus terasa di hidup sehari-hari.Toleransi sering terdengar indah saat jadi spanduk dan pidato. Tapi diuji justru ketika kita berbeda, tidak sepakat, atau merasa terancam. Buddha tidak mengajarkan untuk menyeragamkan keyakinan. Buddha mengajarkan memahami penderitaan di balik setiap perbedaan.
Toleransi bukan berarti semua harus sama atau tidak boleh berbeda pendapat. Toleransi berarti tidak membenci, tidak merendahkan, dan tidak menyakiti. Dalam Buddhisme, toleransi itu latihan: menahan reaksi sebelum menghakimi, mendengar sebelum membalas, dan memilih welas asih saat ego ingin menang.
Diam demi “damai” tapi membiarkan ketidakadilan bukan toleransi. Buddhisme mengajarkan kebijaksanaan dan welas asih berjalan bersama. Toleransi bukan soal siapa yang benar atau salah, tetapi bagaimana kita tidak menambah dukkha di dunia yang sudah berat.
Di tengah perbedaan, apa reaksi kecil yang bisa kamu ubah hari ini? Save kalau ini terasa relevan. Share ke teman lintas iman yang percaya dialog lebih penting dari debat.
Leave a Reply