Dalam tradisi digambarkan bermulut sejarum, berperut segunung, makan terus, kenyang tidak pernah.
Di Sutra Ullambana:
Makanan belum masuk mulut, berubah jadi bara api.
• Scroll 1 jam: makin kenyang, atau makin lapar? Checkout barang: puasnya tahan berapa hari?
• Ngejar likes: cukupnya kapan?
Kata Buddha:
“hujan uang emas pun tak memuaskan” (Dhp 186).
Sebelum buka HP, tanya 3 detik: “aku lapar apa sebenarnya?”
Bosan? Sepi? Cemas?
Lapar yang salah nama, dikasih makan apa pun tidak bakal kenyang.”
Habis “makan” (scroll / belanja / validasi), cek: makin tenang, atau makin lapar? Kalau makin lapar, itu makanan preta.
Tidak dilarang, cuma dicek.
Yang ketahuan tidak mengenyangkan, lama-lama tidak menarik sendiri.
Kasih Makanan Yang Benar
• Sepi: chat 1 teman beneran.
• Cemas: 5 menit amati nafas masuk-keluar.
• Pengin diakui: selesaikan 1 hal kecil.
Dan plot twist Ullambana sutra, yang mengenyangkan sang ibu dari Y.M Monggalana di alam neraka adalah bukan makanan melainkan memberi.
Cara tercepat merasa cukup adalah memberi.
Coba satu saja bulan ini.
Hantu lapar tidak perlu ditakuti, perlu dimengerti.
Bulan hantu adalah bulan paling pas untuk mengecek lapar sendiri dan bulan memberi.
Jujur di komentar:
kamu paling sering lapar yang mana, scroll, belanja, atau validasi?
Leave a Reply