Rekening pribadi mulai dipakai.
Lalu saat umat bertanya, malah dianggap tidak hormat.
Padahal pertanyaannya sederhana:
Kalau itu dana umat, kenapa sistemnya masih selemah itu?
Dana donasi jadi rawan saat:
satu orang menerima uang, satu orang mencatat, satu orang menyimpan, dan satu orang juga yang membelanjakan.
Tidak ada pemisahan tugas.
Tidak ada cek silang. Trust ada. Sistemnya tidak ada.
Riset tata kelola sudah lama menunjukkan:
Fraud & penyalahgunaan lebih mudah terjadi saat kontrol lemah.
ACFE dalam Report to the Nations
secara konsisten menunjukkan organisasi dengan kontrol anti-fraud yang lebih kuat cenderung mendeteksi masalah lebih cepat dan mengalami kerugian yang lebih rendah.
Artinya:
Masalahnya bukan hanya orang jahat. Masalahnya juga peluang yang diberikan terbuka.
Sumber kecil:
ACFE, Report to the Nations.
Karena batas antara: milik vihara dan milik pribadi jadi kabur.
Akibatnya:
sulit diaudit, sulit direkonsiliasi, mudah terjadi konflik, & kepercayaan umat jadi ikut terancam.
Praktik tata kelola lembaga yang sehat menekankan bahwa dana organisasi harus dipisahkan dari dana pribadi.
Sumber kecil:
panduan tata kelola badan amal, prinsip internal control, dan standar akuntabilitas nonprofit.
Dalam Mahayana, isunya bukan cuma uang hilang atau tidak.
Isunya: Apa yang bukan hakmu, jangan kau genggam sebagai milikmu.
Dalam Brahma Net Sutra, Sila Bodhisattva menegaskan larangan mengambil yang tidak diberikan. Dana persembahan umat bukan milik pribadi. Meski yang memegang adalah pemimpin vihara.
Justru karena dipercaya, la harus lebih hati-hati.
Sumber kecil:
Brahma Net Sutra, Bodhisattva Precepts, larangan mengambil yang bukan haknya.
Akibatnya
Kontrol yang lemah tidak hanya berisiko memicu penyalahgunaan.
la juga menimbulkan:
fitnah, saling curiga, konflik internal, umat enggan berdana, dan nama vihara ikut tercoreng.
Jadi, transparansi bukan musuh spiritualitas. Transparansi adalah pelindung kepercayaan.
Solusi praktis
Kalau mau aman, sistemnya harus dibenahi.
Minimal ada ini:
rekening atas nama lembaga, bukan rekening pribadi. Dua pihak menyetujui pengeluaran. Penerimaan, pencatatan, dan persetujuan dipisah. Laporan kas dibuat rutin. Donatur dan pengurus bisa melihat ringkasannya.
Yang baik tidak takut dicatat. Yang jujur tidak takut diaudit.
Tapi hormat bukan berarti menyerahkan semua tanpa pertanyaan.
Bertanya soal laporan keuangan bukan kurang iman. Meminta akuntabilitas bukan melawan vihara. Kadang justru itu bentuk kepedulian tertinggi.
Karena yang kita jaga buka cuma orang. Tapi juga kepercayaan umat.
Kalau sistemnya lemah, godaan membesar. Kalau uang umat masuk rekening pribadi, risikonya membesar.
Kalau pertanyaan umat dibungkam, masalahnya makin besar.
Jadi, yang perlu dijaga bukan hanya kesan suci. Tapi juga sistem yang bersih.
Menurut Anda, mana yang paling mendesak di banyak lembaga keagamaan hari ini?
A. Laporan rutin
B. Rekening lembaga resmi
C. Audit dan cek silang
D. Budaya berani bertanya
Leave a Reply