• Usia 16 tahun, ia meninggalkan sekolah
• Kemudian tinggal di sebuah biara Buddhis di pedesaan China.
• Belajar meditasi, disiplin, dan mendengarkan secara mendalam.
= Cara Berpikir
Setelah kembali ke Amerika, ia meraih nilai ACT sempurna dan diterima di Colorado College.
Ia belajar Mathematical Economics, lalu masuk ke dunia programming. Colorado College mencatat ia lulus pada 2019 dan kemudian bekerja sebagai software engineer, termasuk di Facebook Reality Labs.
Lalu Meta, Lilly bekerja sebagai Machine Learning Engineer. Teknologi makin canggih
Tapi pertanyaan besarnya berubah:
“Teknologi ini sebenarnya melayani siapa?”
Ia kemudian memilih mengarahkan kemampuan teknologinya ke persoalan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Tahun 2021, sebuah proyek kecil dimulai. Proyek bersama teman-temannya berkembang menjadi Contenda.
Kini dikenal sebagai FSH Technologies.
Misinya:
Membangun teknologi yang membantu layanan publik.
FSH kini mengembangkan infrastruktur digital untuk pemerintah dan layanan masyarakat.
Deep Listening
Satu hal yang tidak ia tinggalkan yaitu
• Mendengar sebelum menjawab.
• Memahami sistem sebelum buru-buru memperbaiki satu masalah.
Lilly secara khusus menghubungkan pendekatan ini dengan pengalaman yang ia dapatkan saat tinggal di biara.
Ini Sangat Buddhis.
Sebelum bertindak, kita belajar melihat dengan jernih.
Sebelum bereaksi, kita belajar memahami sebab dan kondisi.
Paññā.
Kebijaksanaan lahir dari melihat sesuatu sebagaimana adanya.
Dhamma tidak harus berhenti di ruang meditasi.
la bisa hadir saat kita
• Membuat keputusan
• Menulis kode
• Memimpin tim
• Membangun bisnis
• Melayani masyarakat
Pertanyaannya:
Apa nilai Dhamma yang kamu bawa ke dalam pekerjaanmu?
Leave a Reply