Orangnya berubah. Kehidupannya berubah. Tapi dendamnya tetap sama.
“kebencian tidak pernah padam oleh kebencian.” karena kalau dia marah dan kita ikut marah, akhirnya dua-duanya kena.
dia bisa balas tapi dia pilih nggak. bukan karena lemah tapi dia cuma nggak mau emosinya dikontrol orang lain.
Adalah orang yang dikuasai amarah dan kalau kita ikut terpancing, kita ikut kalah juga.
Bukan karena dibalas lebih keras. tapi karena akhirnya ada yang berhenti meneruskannya.
Nggak membalas bukan berarti membiarkan diri disakiti.
Kamu tetap boleh menjauh, pasang batas, dan melindungi diri. Yang dilepas itu dendamnya.
Dia nggak berhasil menguasai emosimu dan kamu nggak berubah jadi seperti dia.
Kadang kemenangan terbesar adalah: “cukup berhenti di gue.”
Leave a Reply