Buat Kita Yang Belajar Ahimsa. Idul Adha kadang nyisain pertanyaan di hati. Wajar, Yuk kita pelan-pelanin.
Ada qurban atau nggak. Penyembelihan tetap terjadi tiap hari, di mana-mana. Bedanya, Qurban Nggak Berhenti di Konsumsi. Dia diarahkan jadi sesuatu yang lain: Sedekah. The noble side Sebagian besar daging qurban dibagikan ke orang-orang yang jarang bisa makan daging. Itu sisi mulia yang pantas kita lihat dan hormati. Niat di baliknya: Ketulusan dan kemurahan hati buat sesama. Nilai yang kita junjung juga, lewat dana dan berbagi.
Tapi kita juga nggak harus pura-pura nggak lihat hewannya. Di sinilah kita punya cara sendiri: Melimpahkan jasa. Pattidāna Pattidāna – kita berbuat baik, lalu jasa kebajikannya kita limpahkan ke makhluk yang disembelih. Doa hening agar mereka menuju kelahiran yang lebih baik. Bagaimana Jalan Keluarnya? Jadi kita nggak perlu milih antara menghormati teman Muslim, atau merawat welas asih ke hewan. Kita bisa dua-duanya. Sekaligus.
Kepada teman-teman Muslim yang besok merayakan Hari Raya Idul Adha, Young Buddhist Association Indonesia mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha. Semoga semangat pengorbanan, ketulusan, dan kepedulian kepada sesama membawa damai bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dalam keberagaman, kita belajar bahwa kasih, kebajikan, dan persaudaraan adalah bahasa universal semua agama.
Damai untuk semua.
Bahagia untuk semua makhluk.
Leave a Reply